Jumat, 01 Jan 2021 08:15 WIB

WHO Akhirnya Beri Izin Penggunaan Darurat Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech

Firdaus Anwar - detikHealth
90 year old Margaret Keenan, the first patient in the UK to receive the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine, administered by nurse May Parsons at University Hospital, Coventry, England, Tuesday Dec. 8, 2020. The United Kingdom, one of the countries hardest hit by the coronavirus, is beginning its vaccination campaign, a key step toward eventually ending the pandemic. (Jacob King/Pool via AP) Vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech jadi yang pertama dapat 'restu' WHO. (Foto: AP/Jacob King)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech. Ini jadi vaksin COVID-19 pertama yang direstui lembaga tersebut.

Pada Kamis (31/12/2020), Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech masuk dalam daftar emergency use listing (EUL) karena dinilai sudah memenuhi kriteria keamanan dan manfaat. WHO menyebut akan segera menginformasikan otoritas kesehatan regional soal dosis dan manfaat dari vaksin.

"Ini adalah langkah yang sangat positif dalam menjamin akses global terhadap COVID-19," kata Mariangela Simao, kepala program medis WHO.

"Tapi saya ingin menekankan masih perlu upaya lebih besar untuk mencapai jumlah suplai vaksin yang dibutuhkan oleh seluruh populasi prioritas di dunia," lanjutnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/1/2021).

Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech sebelumnya diketahui sudah mendapat izin darurat oleh otoritas kesehatan di Amerika Serikat, Eropa, Inggris, Kanada, Bahrain, Israel, Kuwait, Meksiko, Qatar, Oman, Arab Saudi, dan Singapura.

Satu hal yang sering disebut menjadi tantangan adalah vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNTech membutuhkan tempat penyimpanan sangat dingin sampai minus 70 derajat celsius. Karena itu mendistribusikannya bisa lebih sulit di tempat-tempat tanpa fasilitas memadai.



Simak Video "Pemerintah Minta Produsen Vaksin Covid-19 Penuhi Target Pengiriman"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)