Jumat, 01 Jan 2021 10:18 WIB

Dokter Ini Samakan Pelanggar Protokol Kesehatan dengan Pembunuh

Firdaus Anwar - detikHealth
Sejumlah warga menyalakan petasan dan kembang api di depan Rumah Sakit Darurat (RSD) Penanganan Covid-19 Kompleks Wisma Atlet Kemayoran saat malam pergantian tahun. RS Darurat Wisma Atlet yang menyala di malam tahun baru. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Dengan kondisi kasus COVID-19 terus meningkat, masih ada saja orang yang melanggar protokol kesehatan untuk merayakan tahun baru. Seorang dokter di Inggris menyebut mereka yang kemudian menularkan virus ini ke orang lain sama saja seperti pembunuh.

Profesor Hugh Montgomery dari University College London menyebut tidak semua orang bisa menyadari dirinya terinfeksi karena ada kasus yang tidak bergejala. Orang-orang ini bila kemudian berkumpul tanpa menerapkan protokol seperti masker, menjaga jarak, dan rutin cuci tangan, bisa tanpa sadar membuat orang lain jatuh sakit.

Sementara tidak ada jaminan orang yang baru terinfeksi akan mengalami gejala yang sama. Bagi beberapa individu COVID-19 dapat menimbulkan gejala parah bahkan sampai kematian.

"Saya sendiri juga sudah muak dengan virus ini. Saya juga ingin bertemu teman, keluarga, dan memeluk seseorang, tapi tidak bisa. Kita benar-benar tidak bisa melakukan ini sekarang," kata Prof Hugh kepada BBC dan dikutip Jumat (1/1/2021).

"Orang-orang yang menyaksikan dan berperilaku seperti ini, tidak memakai masker, maka ada darah di tangannya. Mereka menyebarkan virus yang kemudian akan disebarkan lagi, dan orang-orang mati," lanjutnya.

Dalam situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dilaporkan ada sekitar 14.000 kematian karena COVID-19 di tanggal 31 Desember 2020. Hal tersebut menjadikan akhir tahun 2020 sebagai hari dengan rekor kematian pasien COVID-19 tertinggi sejak pandemi.

"Para pelanggar mungkin tidak sadar mereka sudah membunuh orang lain," pungkas Prof Hugh.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)