Jumat, 01 Jan 2021 10:44 WIB

Kenapa Hasil Tes COVID-19 Maia Estianty Berubah dalam Hitungan Hari?

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Maia Estianty Maia Estianty sempat terinfeksi COVID-19 (Palevi/detikHOT)
Jakarta -

Pengakuan musisi Maia Estianty soal pengalamannya kena Corona banyak diperbincangkan. Dalam hitungan hari, hasil tes COVID-19 yang dilakukannya cepat sekali berubah.

Pertama, Maia mengaku melakukan rapid test antigen pada Kamis (17/12/2020) dan hasilnya negatif. Selang 3 hari, ia menjalani tes swab PCR (polymerase chain reaction) pada Minggu (20/12/2020) dan hasilnya positif.

Dikutip dari tayangan Maia Aleldul TV, mantan istri Ahmad Dhani tersebut mencoba membuat analisis. Menurutnya, ada kemungkinan ia tertular dari salah seorang temannya yang pada saat itu hasil tes swab antigennya juga negatif.

"Mungkin hari Kamis itu ketika aku antigen, ada salah seorang temenku itu yang memang mungkin sudah terpapar oleh COVID, tapi memang dari swab antigen belum terdeteksi," kata Maia.

"Swab antigen itu, kalau kita bertemu dengan orang yang terpapar, baru terdeteksi oleh antigen itu setelah 5 hari kita ketemu sama orang yang terpapar tersebut," lanjut Maia menjelaskan pemahamannya tentang rapid test antigen.

Menurut pengakuan Maia, setelah melakukan tes antigen itu ia sempat kumpul-kumpul dengan temannya yang sama-sama dinyataan negatif melalui rapid test antigen. Di situlah, ia meyakini kemungkinan dirinya tertular.

Dibandingkan tes PCR yang merupakan gold standard pemeriksaan COVID-19 saat ini, rapid test antigen disebut-sebut memang memiliki sensitivitas yang lebih rendah. Salah satu kelemahannya adalah tidak bisa mendeteksi virus ketika jumlahnya masih terlalu sedikit.

Ketidakakuratan ketika didapatkan hasil negatif seperti ini disebut false negative. Dikutip dari Healthline, kemungkinan false negative umumnya lebih besar dibanding false positive, baik pada rapid test antigen maupun tes PCR.

Ketika seseorang mendapat hasil tes negatif, masih ada kemungkinan seseorang menularkan virus ke orang lain akibat ketidakakuratan pembacaan hasil tes. Kemungkinannya adalah jeda antara paparan virus dengan waktu dilakukannya tes terlalu dekat, sehingga jumlah virusnya belum cukup banyak.

"Bahkan gold standard-nya, tes swab hidung yang kita kenal, jika Anda terpapar hari ini, ada kemungkinan hasil tes masih negatif beberapa hari ke depan," kata Dr William Schaffner, pakar infeksi dari Vanderbilt University Medical Center.



Simak Video "Melihat Proses Rapid Test Antigen yang Jadi Syarat Bepergian"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)