Minggu, 03 Jan 2021 13:43 WIB

Heboh Vaksin Corona Sinovac Mengandung Jaringan Kera, Bio Farma Pastikan Hoax!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Hoax Vaksin Sinovac Hoax terkait vaksin Sinovac. (Foto: Tangkapan layar viral.)
Jakarta -

Media sosial dihebohkan dengan informasi terkait vaksin COVID-19 Sinovac. Dalam informasi yang beredar, disebutkan bahwa vaksin COVID-19 Sinovac yang akan disuntikkan menggunakan vaksin untuk uji coba.

"Jelas bertuliskan Only for clinical trial (hanya untuk uji coba klinis alias untuk kelinci percobaan," tulis pesan tersebut.

Menanggapi, juru bicara vaksin COVID-19 PT Biofarma, Bambang Herianto S.Si.,Apt, menyebut vaksin COVID-19 yang saat ini berada di tempat penyimpanan Bio Farma berbeda dengan yang digunakan untuk uji klinis.

"Pemberitaan yang menyebutkan bahwa vaksin yang digunakan untuk uji klinis atau only for clinical trial sebagaimana yang tertulis dalam kemasan vaksin adalah tidak benar," katanya dalam konferensi pers Update Target Penyelesaian Vaksinasi dan Kesiapan Vaksin COVID-19, Minggu (3/1/2020).

Bambang menambahkan vaksin yang sudah ada saat ini di Bio Farma dan yang akan digunakan untuk program vaksinasi kemasannya berbeda dengan vaksin yang digunakan untuk uji klinis. Kemasan vaksin uji klinis menggunakan PFS di mana wadah vaksin dan jarum suntik terpisah.

Sementara untuk program vaksinasi, kemasannya menggunakan vial single dose dan tidak ada penandaan 'only for clinical trial'. Vaksin Sinovac berjumlah 3 juta dosis yang saat ini sudah berada di Bio Farma akan digunakan setelah mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

Selain itu dalam pesan tersebut juga dituliskan bahwa vaksin COVID-19 Sinovac mengandung Vero Cell dari kera hijau Afrika dan beberapa komponen lain yang tidak teruji kehalalalnya. Lagi-lagi Bambang menyebut informasi tersebut adalah hoax.

"Dapat juga kami sampaikan bahwa vaksin COVID-19 Sinovac tidak mengandung vero cell. Sel vero hanya digunakan untuk pengembangan kultur virus untuk proses perbanyakan virus. Kalau tidak ada media kultur maka virus akan mati dan tidak bisa digunakan untu pembuatan vaksin" jelasnya.

"Sel vero ini tidak akan ikut sampai proses akhir pembuatan. Vaksin COVID-19 Sinovac saat ini sedang dalam proses aspek kehalalannya oleh LP POM MUI untuk mendapatkan sertifikasi halal," pungkasnya.



Simak Video "Pendistribusian Vaksin Sinovac Dilengkapi Barcode Hingga GPS"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)