Minggu, 03 Jan 2021 17:51 WIB

10 Fakta 'Disease X' yang Diprediksi Jadi Pandemi Seperti COVID-19

Zintan Prihatini - detikHealth
3D illustration. Genetic test in test tube. Ilmuwan memprediksi pandemi baru yang dipicu Disease X (Foto: Getty Images/iStockphoto/ktsimage)
Jakarta -

Ilmuwan memprediksi bahwa akan ada pandemi lain yang muncul setelah COVID-19. Berbagai penyakit menular yang saat ini disebut 'Disease X' mungkin bermunculan seiring berjalannya waktu.

Dikutip dari The Straight Times, Profesor emeritus dari University of Arizona, Dr Kenneth Iserson mengungkap prediksinya mengenai potensi penyebaran penyakit menular menjadi 'Disease X'.

"Ada kemungkinan penyakit menular tak dikenal lainnya sudah bersirkulasi dan bisa memberikan implikasi dahsyat," jelas Dr Iserson.

Berikut fakta-fakta 'Disease X' yang dikutip dari Goody Feed.

1. Masih berupa hipotesis

'Disease X' merupakan epidemi yang masih menjadi hipotesis para ilmuwan dan diprediksi sangat mungkin menimpa manusia di masa mendatang. Kondisi itu termasuk dalam cetak biru daftar penyakit prioritas Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Daftar penyakit itu ditinjau setiap tahun untuk mengidentifikasi 10 virus yang berisiko pada kesehatan global serius. Penyakit-penyakit tersebut diprioritaskan dalam penelitian dan pengembangan sebagai tindakan pencegahan.

2. Merupakan penyakit infeksi emerging (PIE)

PEI adalah penyakit menular yang kasusnya meningkat dalam 20 tahun terakhir. Secara keseluruhan, kondisi itu menyumbang 12 persen dari patogen manusia.

PEI dapat menyebar dan menjadi pandemi besar seperti COVID-19, hanya dengan satu virus yang mampu ditularkan secara signifikan antar manusia. 'Disease X' dapat muncul dan manusia mungkin akan kesulitan menanganinya karena tindakan pencegahan yang masih terbatas.

3. Dibuat sejak Februari 2018

Pada Februari 2018, para ahli berkumpul di Jenewa, Swiss untuk mendiskusikan cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan. Selama pertemuan tersebut, 'Disease X' dimasukan dalam daftar ancaman kesehatan prioritas utama, setara dengan virus Ebola, Zika, demam Lassa, dan SARS.

4. Disebabkan oleh patogen X

EcoHealth Alliance, yang mempelajari ancaman virus zoonosis yang belum ditemukan sebagai bagian dari Global Virome Project (GVP), menulis di situs web mereka bahwa sumber virus tidak dapat diprediksi. Perubahan iklim menjadi faktor yang menyulitkan, apalagi jika virus mematikan muncul saat mencairnya lapisan tanah beku setelah ribuan tahun.

5. Sebagai bahan penelitian

Menurut WHO, 'Disease X' mewakili pengetahuan bahwa epidemi internasional yang serius dapat disebabkan oleh patogen yang saat ini tidak diketahui penyebabnya. Cetak biru lembaga penelitian dan pengembangan berupaya untuk mempersiapkan diri menghadapi 'Disease X' yang tidak diketahui.

6. Membantu peneliti merencanakan masa yang akan datang

Ilmuwan pertama kali membuat cetak biru litbang pada 2016. Hal ini sebagai upaya mengatasi kesenjangan antara wabah pandemi dan kesiapan global.

Kajiannya dapat membantu meminimalisir permasalahan sosial, ekonomi dan politik yang telah dialami selama pandemi COVID-19.

Bisa dibilang, COVID-19 adalah Disease X yang pertama. Simak selengkapnya di halaman berikut.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Waspada! 'Disease X' Akan Menyerang di Masa Depan"
[Gambas:Video 20detik]