Senin, 04 Jan 2021 05:50 WIB

Mirip-mirip, Ini Bedanya Gejala Sinusitis dan COVID-19

Zintan Prihatini - detikHealth
The businessman is unable to work, she is sick and sneezing heavily in bed. Perbedaan gejala sinusitis dengan COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Pilek dan sakit kepala menjadi salah satu gejala umum COVID-19. Namun, gejala tersebut juga dapat terjadi pada penderita sinusitis.

Dokter pengobatan keluarga di Northwestern Medicine Central DuPage Hospital dr Kavita Shanker-Patel mengungkapkan bahwa sinusitis atau rinosinusitis, umumnya dikenal sebagai infeksi sinus yang merupakan kondisi meradangnya rongga hidung dan sinus paranasal.

"Infeksi sinus biasanya berlangsung kurang dari empat minggu," jelasnya.

Dikutip dari Women's Health, berikut perbedaan gejala sinusitis dan COVID-19.

Penyebab dan gejala sinusitis

Penyebab paling umum infeksi sinus adalah virus. dr Shanker-Patel menjelaskan sekitar 0,5 hingga 2 persen infeksi sinus bisa menyebabkan rinosinusitis bakteri.

"Ini terjadi ketika bakteri menginfeksi rongga sinus yang meradang, dan paling sering terjadi sebagai komplikasi dari infeksi virus," jelasnya.

Gejalanya meliputi:

  • Hidung tersumbat
  • Sakit gigi dan bau mulut
  • Nyeri di wajah, khususnya di dekat sinus, saat membungkuk ke depan
  • Demam dan pusing
  • Kelelahan
  • Batuk
  • Kehilangan kemampuan mencium dan mendengarkan

Penyebab dan gejala COVID-19

Sementara itu, COVID-19 disebabkan karena infeksi virus Corona. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) merilis gejala utama COVID-19 meliputi batuk dan sesak napas.

"Virus COVID-19 juga diketahui bisa menghilangkan kemampuan mencium dan merasakan," ujar ahli otolaringologi di Mount Sinai dr Anthony Del Signore.

Perbedaan signifikan antara gejala sinusitis dan COVID-19 yaitu, penderita sinus hanya akan mengalami penyumbatan hidung, tekanan pada wajah atau telinga, maupun mengeluarkan lendir dari hidung tanpa mengalami nyeri, diare, mual, muntah, ruam, dan sesak napas.

"Banyak gejala yang sangat mirip, dan untuk alasan tersebut hal yang tepat adalah berbicara dengan tenaga medis jika mengalami gejala apapun," pungkas dr Shanker-Patel.

Kedua ahli itu sepakat bahwa jika memiliki gejala-gejala di atas, harus memeriksakan diri ke rumah sakit untuk memastikan kondisi yang sedang dialami. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan tes di antaranya jika pernah berkontak langsung dengan seseorang yang sakit atau baru-baru ini melakukan perjalanan.

"Mempertimbangkan orang-orang yang pernah Anda kunjungi dan berencana untuk berada di sekitar Anda jika merasa tidak enak badan merupakan faktor pemeriksaan yang penting," tandas dr Del Signore.



Simak Video "Yuk Kenali Lagi Beda Gejala DBD dan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)