Senin, 04 Jan 2021 23:00 WIB

Gejala Anemia, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lusiana Mustinda - detikHealth
A women is feeling sick and sleeping on a sofa at home. Foto: iStock
Jakarta -

Gejala anemia bisa terjadi pada anak, remaja ataupun orang dewasa. Anemia didefinisikan sebagai jumlah sel darah merah yang rendah.

Dilansir dalam WebMD, dalam tes darah rutin, anemia dilaporkan sebagai hemoglobin atau hematokrit rendah. Hemoglobin adalah protein utama dalam sel darah merah Anda. Hemoglobin akan membawa oksigen dan mengirimkannya ke seluruh tubuh Anda.

Jika Anda mengalami anemia, kadar hemoglobin Anda juga rendah sehingga jaringan atau organ mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen. Salah satu gejala anemia adalah kelelahan atau sesak napas.

Anemia adalah kondisi darah paling umum di Amerika Serikat yang mempengaruhi hampir 6 persen populasinya. Wanita, anak kecil dan orang dengan penyakit jangka panjang lebih rentan alami anemia.

Berikut ini beberapa hal penting terkait gejala anemia yang perlu diingat:

1. Bentuk anemia tertentu diturunkan melalui gen Anda dan bayi bisa saja mengidapnya sejak lahir.
2. Wanita berisiko mengalami anemia defisiensi besi karena kehilangan darah dari menstruasi dan kebutuhan suplai darah yang lebih tinggi selama kehamilan.
3. Orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko anemia yang lebih besar karena mereka lebih mungkin mengalami penyakit ginjal atau kondisi medis kronis lainnya.
4. Ada banyak jenis anemia. Semuanya memiliki penyebab dan pengobatan yang berbeda. Beberapa bentuk seperti anemia ringan yang terjadi selama kehamilan tidak menjadi perhatian utama. Tetapi beberapa jenis anemia mungkin mencerminkan kondisi medis serius yang mendasarinya.

Gejala anemia


Tanda-tanda gejala anemia bisa sangat ringan sehingga Anda mungkin tidak menyadarinya. Pada titik tertentu, saat sel darah Anda menurun, gejalanya sering berkembang. Bergantung pada penyebab anemia, ini beberapa gejala anemia:

Pusing atau perasaan seperti akan pingsan
Detak jantung cepat atau tidak biasa
Sakit kepala
Nyeri, termasuk di tulang, dada, perut dan persendian
Masalah dengan pertumbuhan, untuk anak-anak dan remaja
Sesak napas
Kulit yang pucat
Tangan dan kaki dingin
Kelelahan atau kelemahan

Jenis dan penyebab anemia

Ada lebih dari 400 jenis anemia dan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

1. Anemia yang disebabkan karena kehilangan darah
Anda bisa kehilangan sel darah melalui pendarahan. Ini dapat terjadi secara perlahan dalam jangka waktu yang lama dan Anda mungkin tidak menyadarinya. Penyebabnya bisa karena kondisi gastrointestinal seperti maag, wasir, gastritis (radang lambung) dan kanker.

Selain itu bisa juga karena obat anti inflamasi non steroid seperti aspirin atau ibuprofen yang dapat menyebabkan tukak dan gastritis. Serta menstruasi seorang wanita terutama jika Anda mengalami menstruasi berat. Anemia juga bisa disebabkan oleh penurunan atau kerusakan produksi sel darah merah.

2. Anemia yang disebabkan oleh penurunan atau kerusakan produksi sel darah merah

Dengan jenis anemia ini, tubuh Anda mungkin tidak menghasilkan cukup sel darah atau mungkin tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Ini bisa terjadi karena ada yang salah dengan sel darah merah atau karena Anda tidak memiliki cukup mineral dan vitamin untuk sel darah merah Anda terbentuk secara normal. Kondisi yang terkait dengan penyebab anemia ini adalah masalah sumsum tulang dan sel induk.

3. Anemia disebabkan oleh penghancuran sel darah merah

Saat sel darah merah rapuh dan tidak dapat mengatasi stres yang mengalir ke seluruh tubuh Anda, sel tersebut dapat meledak dan menyebabkan anemia hemolitik. Penyebab anemia hemolitik salah satunya adalah serangan oleh sistem kekebalan tubuh seperti lupus. Ini bisa terjadi pada siapa saja, bahkan bayi yang masih dalam kandungan.

Pengobatan anemia

Jika Anda menderita anemia aplastik, Anda mungkin memerlukan obat-obatan, transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Jika Anda menderita anemia hemolitik, Anda mungkin memerlukan obat yang akan menahan sistem kekebalan Anda. Dan jika mengalami anemia defisiensi besi Anda perlu mengonsumsi suplemen zat besi dan mengubah pola makan untuk memperbaiki gejala anemia.



Simak Video "4 Komitmen Pemerintah untuk Cegah Anemia pada Remaja Putri"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/pal)