Selasa, 05 Jan 2021 07:38 WIB

Foto Viral Syekh Ali Jaber Diduga Diambil Perawat, Ini Kata PPNI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Pasein tanpa gejala COVID 19 menjalani isolasi di The Green Hotel, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/10/2020). Menurut General Manager The Green Hotel Asep Hermasan terdapat 16 pasien OTG yang menjalani isolasi mandiri di hotel ini. Sedangkan selama hotel beroperasi untuk  pasien COVID 19 sudah merawat 20 pasien. 4 orang telah dinyatakan sembuh dan di pulangkan pada Jumat 9 oktober 2020. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Belakangan heboh foto Syekh Ali Jaber yang tersebar di media sosial, sedang menjalani perawatan di rumah sakit akibat COVID-19. Foto yang beredar menunjukkan Ali Jaber tengah menerima alat bantuan pernapasan, dengan mata terpejam.

Foto ini lantas diduga diambil oleh salah satu perawat. Menanggapi hal ini, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), akan menyelidiki lebih lanjut terkait kebenaran informasi tersebut.

"Kami sedang cari rumah sakitnya dan konfirmasi apakah benar perawat. Karena kadang perawat dan tenaga kesehatan lain bajunya sama," kata Ketua Umum PPNI Harif Fadhillah, dikutip dari CNNIndonesia.

Harif mewanti-wanti aturan perawat mengambil gambar pasien tanpa izin bisa dikenakan sanksi. Sanksi yang diberikan bisa dari organisasi profesi maupun RS yang melanggar kode etik.

Menurut Harif, ada dua kode etik yang harus dipatuhi para perawat di RS, termasuk menjaga harkat dan martabat pasien. Selain itu, privasi dan kerahasiaan pasien juga harus dijaga.

Sanksi yang bisa dikeluarkan bisa lisan maupun tertulis. Bahkan sanksi terberat bisa saja dicabut keanggotaannya dari PPNI.

"Kalau dia dicabut keanggotaannya oleh organisasi profesi, maka akan berkait pada perizinan praktiknya. Karena untuk mendapat izin praktik, tenaga kesehatan harus dapat rekomendasi dari organisasi profesi," kata Harif.

Pencabutan keanggotaan organisasi profesi dijelaskan Harif bisa diteruskan pada dicabutnya izin praktik keperawatan.



Simak Video "Mengenal Varian Corona 'Delta' India yang Mendominasi di Jakarta-Kudus "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)