Selasa, 05 Jan 2021 08:30 WIB

Pria Ini Terinfeksi Varian Baru Corona Inggris Meski Tak Bepergian

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Seorang pria terinfeksi varian baru Corona Inggris meski tak bepergian. (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Menyusul wilayah lainnya di Amerika Serikat, New York melaporkan kasus pertama varian baru Corona dari Inggris. Namun, pasien tersebut diketahui tak memiliki riwayat perjalanan ke manapun baru-baru ini.

Dikutip dari Fox News, hal ini dikonfirmasi Gubernur New York Andrew Cuomo. Varian baru Corona B117 ini merupakan seorang pria di daerah Saratoga, berusia 60 tahun.

Berdasarkan hasil genome sequencing Lab Wadsworth, pria ini memiliki varian baru Corona yang berpotensi memicu penyebaran meluas di masyarakat.

"Pria itu baru-baru ini tidak bepergian," kata Cuomo yang juga menjelaskan pria tersebut mengalami gejala COVID-19.

Namun, belum dijelaskan lebih lanjut bagaimana varian baru Corona tersebut bisa menginfeksi pria yang tak memiliki riwayat perjalanan.

Dugaan sementara menunjukkan jika penyebaran COVID-19 di komunitas sedang terjadi.

Sementara itu, wilayah pertama di Amerika Serikat yang mencatat varian baru Corona terjadi di Colorado, akhir bulan lalu. Kala itu, para peneliti di lab setempat mendeteksi kasus pada seorang anggota Garda Nasional yang dikerahkan untuk membantu panti jompo di Simla pada saat wabah Corona meluas.

Selain Amerika Serikat, banyak negara yang menyusul laporan varian baru Corona Inggris. Terbaru, varian Corona ini juga dilaporkan di Brasil, ada 2 kasus pertama yang dikonfirmasi.

Sementara di Asia, varian baru Corona pertama kali dilaporkan di Singapura, berasal dari seorang pelajar berusia 17 tahun yang baru saja pulang dari Inggris. Menyusul kasus di India, dan Vietnam yang juga melaporkan COVID-19 varian serupa.

Otoritas kesehatan Inggris sebelumnya menyebut penularan COVID-19 dari varian ini lebih cepat, hingga 70 persen. Namun, tidak ada bukti varian baru Corona membuat infeksi lebih parah atau bergejala berat.



Simak Video "Update Terkini soal Mutasi Virus Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)