Selasa, 05 Jan 2021 06:03 WIB

Kopi Bisa untuk Mendeteksi COVID-19? Begini Penjelasannya

Farah Nabila - detikHealth
Fresh Coffee in a small caffe Mendeteksi COVID-19 dengan kopi (Foto: iStock)
Jakarta -

Kopi menjadi minuman untuk menghilangkan rasa kelelahan dan meningkatkan kewaspadaan. Namun, kopi juga bisa untuk deteksi awal infeksi COVID-19. Ini bisa dilakukan untuk deteksi awal anosmia atau kehilangan indera penciuman yang merupakan gejala COVID-19.

Profesor ilmu pangan, John E. Hayes dan asisten profesor epidemiologi, Cara Exten, dari Penn State, Amerika Serikat, melakukan penelitian untuk mengembangkan program skrining dan pengujian berbasis bau sebagai bagian dari tanggapan terhadap pandemi SARS-CoV-2.

Kopi menjadi alat deteksi anosmia

Dikutip dari laman CNN, pada awal Oktober 2020, seorang mahasiswa pascasarjana mereka berbagi cerita tentang ibunya yang memiliki rutinitas minum kopi. Ini menggambarkan dengan sempurna bagaimana pemeriksaan bau dapat digunakan sebagai alat skrining untuk infeksi COVID-19.

Suatu sore, ibunya membuat secangkir kopi seperti biasanya untuk mengetahui bahwa dirinya tidak dapat mencium aroma atau mencicipinya. Dia telah mendengar dari putrinya tentang anosmia terkait COVID-19, selanjutnya dia mencoba mencium semprotan pembersih beraroma pinus dan tidak bisa mencium baunya juga.

Mengingat anosmia yang tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan, sang ibu memutuskan untuk isolasi mandiri dan menjalani tes COVID-19 yang hasilnya positif. Dengan menganggap serius masalah kehilangan penciumannya, segera melakukan tes dan mengisolasi diri, dia dapat memutus rantai penularan sebelum virus dapat menyebar ke orang lain.

Menurut beberapa perkiraan, 44% hingga 77% orang dengan COVID-19 kehilangan indra penciumannya. Tetapi, banyak yang tidak menyadari bahwa mereka telah kehilangan indra penciuman sampai mereka secara aktif mencoba mencium sesuatu yang seharusnya memiliki bau, seperti lilin beraroma.

Sepasang ilmuwan tersebut mendorong setiap orang untuk secara aktif mencoba mencium sesuatu setiap hari. Anosmia yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat dijelaskan adalah gejala spesifik COVID-19. Kopi dapat digunakan sebagai alat skrining harian yang dapat dilakukan di rumah.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Virus Corona Mengancam Kerusakan Otak"
[Gambas:Video 20detik]