Senin, 04 Jan 2021 11:46 WIB

8 Daftar Gejala Virus Corona Baru, Termasuk Cegukan dan Parosmia

Ayunda Septiani - detikHealth
Apakah Mutasi Virus Corona Akan Mengubahnya Jadi Jinak? Gejala virus Corona baru. (Foto: DW (News)
Jakarta -

Adanya mutasi memunculkan berbagai gejala virus Corona baru. Jika sebelumnya gejala yang dikenal hanya demam dan sesak napas, kini berbagai keluhan sehari-hari seperti cegukan dan gangguan penciuman juga bisa jadi gejala.

Misteri di balik virus Corona COVID-19 jadi makin banyak yang perlu terungkap. Salah satunya bahwa sejumlah pasien yang mengidap penyakit tersebut bisa mengalami gejala virus Corona COVID-19 yang berbeda-beda.

Gejala virus Corona baru yang ditemukan adalah cegukan terus-menerus. Dikutip dari laman Express, beberapa studi menemukan bahwa cegukan secara terus-menerus mungkin mengindikasikan gejala COVID-19 yang langka dan tidak biasa. Pada studi 2020 menemukan seorang pria yang berusia 64 tahun yang cegukan terus-menerus sebagai satu-satunya gejala baru virus Corona.

Orang yang diamati dalam studi tersebut mengunjungi klinik setelah mengalami cegukan selama 72 jam. Tes darah dan paru-paru menunjukkan adanya infeksi paru-paru dan jumlah sel darah putih yang rendah. Ia pun dinyatakan positif COVID-19.

Cegukan terus menerus merupakan salah satu gejala yang dialami pasien Corona selain batuk, demam, dan sesak napas.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah gejala virus Corona baru yang perlu diwaspadai.

1. Sakit mata

Gejala virus Corona baru yang dilaporkan belum lama ini adalah sakit mata. Sebuah studi dari Anglia Ruskin University (ARU), Inggris, menemukan sebanyak 18 persen pasien Corona mengalami fotofobia (sensitivitas cahaya) sebagai salah satu gejalanya.

Dari 83 responden, 81 persen melaporkan masalah mata dalam dua minggu setelah gejala COVID-19 lainnya muncul. Dari jumlah tersebut, 80 persen melaporkan masalah mata mereka berlangsung kurang dari dua minggu.

"Ini adalah studi pertama yang menyelidiki berbagai gejala mata yang mengindikasikan konjungtivitis dalam kaitannya dengan COVID-19, kerangka waktunya dalam kaitannya dengan gejala COVID-19 yang diketahui dan durasinya," jelas penulis utama Profesor Shahina Pardhan, Direktur Vision and Eye Research Institute di ARU.

2. Delirium

Delirium merupakan gejala mental yang membuat penderitanya mengalami kebingungan berat dengan kesadaran yang berkurang akibat terganggunya sistem saraf pusat. Gejala COVID-19 ini umumnya muncul pada kelompok lanjut usia (lansia).

"Delirium adalah keadaan kebingungan di mana seseorang merasa tidak terhubung dengan kenyataan, seolah sedang bermimpi," kata peneliti dari University of Catalonia, Javier Correa.

Apa saja gejala virus Corona baru yang lainnya? Klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3