Selasa, 05 Jan 2021 17:11 WIB

Alert! Keterisian Tempat Tidur Pasien COVID-19 Sudah di Atas 70 Persen

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz Ruang isolasi dan ICU pasien COVID-19 makin penuh pasca libur akhir tahun. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Juru bicara penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut tren keteresian ruang ICU dan isolasi pasien COVID-19 secara nasional semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Di beberapa daerah bahkan keterisian tempat tidur, ICU, dan ruang isolasi per 2 Januari 2021 sudah melebihi 70 persen.

"Hal ini dapat menjadi alarm bagi kita bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan keterisian tempat tidur yang makin menipis," katanya dalam konferensi pers daring, Selasa (5/1/2021).

Berikut beberapa daerah dengan BOR (bed occupancy rate) lebih dari 70 persen pasca libur panjang

- DKI Jakarta: 84,74 persen
- Banten: 84,52 persen
- DI Yogyakarta: 83,36 persen
- Jawa Barat: 79,77 persen
- Sulawesi Barat: 79,31
- Jawa Timur: 78,41 persen
- Jawa Tengah: 76,27 persen
- Sulawesi Selatan: 72,40 persen
- Sulawesi Tengah: 70,59 persen

Masih tersisanya sedikit tempat tidur pasien COVID-19 pun belum tentu bisa digunakan karena terbatasnya tenaga kesehatan. Saat ini tercatat 237 dokter yang meninggal dan trennya meningkat sejak Oktober 2020-Desember 2020.

"Jika masyarakat terus abai dan meninggalkan kasus baru, tidak akan cukup fasilitas kesehatan kita untuk menanganinya," pungkasnya.



Simak Video "Ahli Sarankan RT RW Bantu Mendata Peserta Vaksinasi Corona yang Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)