Rabu, 06 Jan 2021 08:30 WIB

Duh, Studi Ungkap Usia Ini Lebih Berisiko Kena Varian Baru Corona Inggris

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Covid-19: Bagaimana mutasi memberi petunjuk tentang penyebaran dan asal-usul virus corona Studi baru mengungkap kelompok usia yang berisiko terinfeksi varian baru Corona Inggris. (Foto ilustrasi: BBC Magazine)
Jakarta -

Sebuah studi baru menunjukkan kelompok usia yang mungkin paling berisiko terhadap varian Corona Inggris B117. Varian baru Corona yang sudah menyebar sejak Oktober 2020 ini, belum terbukti berbahaya tetapi lebih cepat menular.

Berdasarkan hasil studi para peneliti di Imperial College London, mereka yang berusia di bawah 20 tahun lebih berisiko terinfeksi varian B117. Ini juga diidentifikasi dalam studi sebagai 'Varian of Concern' atau VOC.

"Komposisi usia dari kasus yang dilaporkan lebih besar terjadi pada usia di bawah 20 tahun, di antara VOC yang dilaporkan daripada kasus non-VOC," jelas penelitian tersebut yang dikutip dari New York Post, Rabu (6/1/2021).

"Penelitian lebih lanjut sedang berlangsung spesifik dari setiap perubahan dalam bagaimana virus mempengaruhi kelompok usia ini," lanjutnya.

Menurut penelitian tersebut, berbeda dengan virus Corona sebelumnya, B117 Ini lebih mungkin menginfeksi anak-anak. Ini diungkapkan Profesor Neil Ferguson, yang merupakan seorang ilmuwan dari Imperial College London sekaligus penulis pada Desember lalu.

Prof Ferguson saat itu mengingatkan pada analisis awal, virus itu menunjukkan memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk menginfeksi anak-anak.

"Jika itu benar, maka ini mungkin menjelaskan proporsi yang signifikan, bahkan mungkin dari sebagian besar peningkatan penularan yang terlihat," imbuhnya.

"Berdasarkan analisis beberapa pekan terakhir varian baru B117 ini memiliki transmisi yang jauh lebih tinggi dibandingkan virus SARS-CoV-2 sebelumnya yang beredar di Inggris," jelas Prof Ferguson.

Menurutnya, hal ini akan membuat pengendalian virus lebih sulit dan semakin menekan pentingnya vaksinasi secepatnya.

"Semua virus berevolusi, dan sangat jarang virus berubah dengan cara yang mengharuskan kami mengevaluasi ulang kebijakan kesehatan masyarakat," ujar ilmuwan di Imperial College London, Dr Erik Volz.

"Kami menemukan banyak bukti tentang perubahan transmisi varian B117 yang harus dipertimbangkan saat merencanakan respons COVID-19 di tahun ini," pungkasnya.



Simak Video "Varian Baru Corona Muncul, Warga Diharapkan Tetap Terapkan 3M"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)