Rabu, 06 Jan 2021 10:31 WIB

Dialami Kalina Oktarani, Bagaimana Bedanya Gejala COVID-19 dan Gejala Tipes?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kalina Oktarani Kalina Oktarani positif COVID-19. (Foto: Desi/detikHOT)
Jakarta -

Kalina Oktarani menambah daftar figur publik yang terpapar COVID-19. Ia positif terpapar Corona seperti dikabarkan putranya, Azka Corbuzier.

Kalina Oktarani kini tengah menjalani perawatan. Azka mendoakan sang ibu agar lekas pulih seperti sedia kala.

"Just wanted to say get well soon ma, I pray that soon you will beat COVID and get cured of it.. hope you all the best, and hopefully we can talk more once you're better.. just the both of us.. I love you," ungkap Azka seperti dilihat di unggahan terbarunya di Instagram, Rabu (4/1/2021).

Sebelum dinyatakan positif COVID-19, Kalina disebut mengidap tipes dan harus dirawat di rumah sakit. Vicky Prasetyo menyebut Kalina mengalami demam tinggi.

"Kayak kecapean, terus demam. Kan tipes, tensi sama suhunya tidak stabil. Mudah-mudahan kondisinya lebih baik karena mau lamaran kan dua minggu ke depan," kata Vicky Prasetyo di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (4/1/2021).

Gejala COVID-19 dan tipes kerap tak bisa dibedakan karena sama-sama memicu kondisi demam tinggi. Namun, apa bedanya gejala COVID-19 dan gejala tipes?

Berikut perbedaannya dikutip detikcom dari berbagai sumber.

1. Gejala tipes

Dalam pengertian sehari-hari, yang dimaksud penyakit tipes adalah demam typhoid yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella. Tipes dalam keseharian berbeda dengan pengertian typhus yang sebenarnya, yakni penyakit mematikan yang dipicu infeksi bakteri Rickettsia.

Berbeda dengan gejala COVID-19, gejala tipes biasanya muncul pada satu hingga tiga minggu usai tubuh terpapar bakteri. Gejala yang muncul mulai dari demam tinggi, diare, sakit kepala, dan sakit perut.

Bahkan kondisinya bisa memburuk terus selama beberapa minggu. Jika tak ditangani, gejala tipes ini akan memicu komplikasi pada sistem pencernaan.

Pengobatan gejala tipes di awal terpapar, biasanya bisa diberikan antibiotik selama satu hingga dua pekan.

2. Gejala virus Corona

Gejala COVID-19 hingga kini dilaporkan semakin beragam, bahkan terbaru parosmia dan cegukan dicatat menjadi tanda baru terinfeksi Corona. Lantas bagaimana membedakannya dengan gejala tipes?

Umumnya, demam tinggi karena gejala tipes tidak langsung muncul di awal terpapar, berbeda dengan demam karena gejala COVID-19 yang langsung tinggi di awal terinfeksi. Gejala virus Corona ringan juga meliput sakit kepala, sakit tenggorokan, hingga merasa tak enak badan.

Adapun gejala Corona tak biasa lainnya termasuk kelelahan, sakit mata, dan masalah pencernaan. Sementara gejala yang memicu kondisi fatal biasanya ditandai dengan pneumonia, sesak napas, hingga nyeri dada.



Simak Video "Reaksi Kulit yang Bisa Terjadi Pada Pasien Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)