Rabu, 06 Jan 2021 13:31 WIB

Terus Bertambah, Kasus COVID-19 Diduga Tertular dari Baju Kini Jadi 51 Orang

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Close up hand of elderly patient with intravenous catheter for injection plug in hand during lying in hospital ward room Kasus penularan COVID-19 dari baju bertambah menjadi 51 orang. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Klaster Corona baru terjadi di California. Penularannya diduga terjadi lewat baju santa yang dipakai staf medis setempat saat acara Natal.

Mulanya hanya 44 kasus COVID-19 yang ditemukan berkaitan. Kini jumlah bertambah terus melebihi 50 orang.

Menurut Departemen Kesehatan Masyarakat Santa Clara County, saat ini jumlah kasus yang dikonfirmasi terkait kasus tersebut menjadi 51 orang, salah satunya meninggal dunia. Semua orang yang terinfeksi merupakan karyawan di Kaiser San Jose Medical Center tersebut.

Sebelumnya, juru bicara RS San Jose Medical Center Irene Chavez menjelaskan jumlah orang yang terinfeksi 44 orang, antara 27 Desember hingga hari pertama 2021.

"Setiap paparan atau penularan, jika itu terjadi, akan benar-benar tidak bersalah, dan sangat tidak disengaja, karena individu tersebut tidak memiliki gejala COVID... Hanya berusaha untuk membangkitkan semangat orang-orang di sekitar mereka selama masa yang sangat menegangkan ini," jelas Chavez yang dikutip dari Fox News, Rabu (6/1/2021).

"Jelas, kami tidak akan lagi mengizinkan kostum bertenaga udara di fasilitas kami. Pada saat yang sama, kami mengambil langkah-langkah untuk memperkuat kewaspadaan di antara staf. Termasuk menjaga jarak secara fisik dan tidak berkumpul di ruang istirahat, tidak berbagi makanan, minuman, bahkan masker sama sekali," lanjutnya.

Klaster COVID-19 ini berawal saat salah satu dari mereka menggunakan baju santa yang memiliki aksesoris seperti 'kipas' saat merayakan natal bersama. Chavez menduga faktor penularan tersebut berasal dari baju itu dan masih akan terus diselidiki.

Namun, seorang profesor di University of Colorado Boulder Jose-Luis Jimenez, mengatakan 'kipas' yang ada dalam baju tersebut dapat membantu penyebaran droplet ke seluruh ruangan.

"Ini seperti kasus paduan suara," katanya, dikutip dari Daily Star.

"Tidak ada cara untuk menginfeksi 43 orang saat Anda mengenakan kostum selain melalui transmisi udara, melalui aerosol, karena Anda berada di dalam kostum dan tidak dapat menyentuh benda atau membuat orang terinfeksi melalui permukaan," jelasnya.



Simak Video "Resepsi Pernikahan Berujung Klaster Corona di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)