Kamis, 07 Jan 2021 06:50 WIB

5 Fakta Cara Kerja Vaksin Sinovac Tangkal Corona

Kanya Anindita - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 Sinovac adalah salah satu jenis vaksin Corona yang akan digunakan di Indonesia. Sinovac menggunakan metode inactivated untuk mematikan virus sehingga vaksin tersebut tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.

Sebelum dilakukan program vaksinasi, vaksin Sinovac telah melalui tahap uji klinis untuk memastikan keamanannya. Tenaga kesehatan menjadi prioritas utama penerima vaksin saat vaksin tersebut sudah mendapat izin pengedaran.

Dikutip dari New York Times, berikut 5 cara kerja vaksin COVID-19 Sinovac:

1. Terbuat dari virus Corona

Para peneliti memulai dengan mengambil sampel dari pasien virus Corona di China untuk membuat vaksin Sinovac. Vaksin ini bekerja untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh sehingga antibodi dapat melawan virus Corona SARS-CoV-2.

2. Percampuran senyawa

Setelah melalui proses inaktivasi, virus Corona dalam vaksin Sinovac akan mati dan tidak bereplikasi. Beberapa peneliti juga menggunakan senyawa betapropiolakton untuk menonaktifkan virus Corona agar tidak terikat dengan gennya.

Setelah itu, peneliti menarik virus yang tidak aktif dan mencampurkannya dengan sejumlah senyawa berbasis aluminium yang disebut adjuvan. Adjuvan akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk meningkatkan responsnya terhadap vaksin.

3. Mendorong respons kekebalan tubuh

Karena virus Corona dalam vaskin Sinovac sudah mati, vaksin tersebut bisa disuntikkan ke lengan manusia tanpa menyebabkan infeksi COVID-19. Begitu masuk ke dalam tubuh, beberapa virus yang tidak aktif ditelan oleh sejenis sel kekebalan yang disebut sel pembawa antigen.

Sel yang membawa antigen merobek virus Corona dan memunculkan beberapa fragmen di permukaannya. Sel T dalam tubuh membantu mendeteksi fragmen tersebut yang apabila cocok dengan salah satu protein pada sel, sel T menjadi aktif dan menjadikan sel kekebalan lain untuk merespons vaksin.

4. Membuat antibodi

Sel B sebagai sel kekebalan lain memiliki protein permukaan yang dapat menempel pada virus Corona. Ketika sel B terkunci, ia dapat menarik sebagian atau seluruh virus dan menampilkan fragmen virus Corona di permukaannya.

Sel T membantu mencocokkan fragmen dengan sel B. Jika cocok, sel B akan berkembang biak dan menghasilkan antibodi untuk kekebalan tubuh.

5. Menghentikan virus

Setelah divaksinasi dengan Sinovac, sistem kekebalan tubuh dapat merespons infeksi virus Corona yang hidup dalam tubuh manusia. Sel B yang menghasilkan antibodi akan menempel pada virus Corona dan mencegahnya masuk ke dalam sel tubuh.



Simak Video "Pfizer Uji Klinis Vaksin COVID-19 untuk Anak Usia 5-11 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)