Jumat, 08 Jan 2021 12:47 WIB

Kasus COVID-19 China Meledak Lagi, China Lockdown 11 Juta Orang

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Stasiun kereta bawah tanah di Beijing ramai penumpang saat jam sibuk. Diketahui, Pemerintah China melakukan sejumlah upaya guna cegah varian baru virus Corona. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: AP Photo/Andy Wong)
Jakarta -

Dalam mencegah penyebaran virus Corona, China lagi-lagi memberlakukan lockdown terhadap 11 juta orang di kota utara Shijiazhuang, Provinsi Hebei, China. Lockdown diberlakukan usai lebih dari 100 kasus Corona dikonfirmasi di sana. Masyarakat kini dilarang meninggalkan kota tersebut dan sekolah pun ditutup.

Dikutip dari BBC, lebih dari 5.000 lokasi pengujian disiapkan untuk menguji masyarakat di sana. Jumlah kasus baru tersebut menjadi yang tertinggi yang pernah terjadi di China dalam 5 bulan terakhir.

Kenaikan kasus ini mendorong dilakukannya pengujian massal secara konsisten saat kelompok kasus baru muncul, meskipun relatif kecil.

Pada Kamis (7/1/2021), Provinsi Hebei melaporkan 120 kasus baru dan hampir semuanya berasal dari kota tersebut, satu di antaranya ada di tempat lain.

Akibatnya, seluruh masyarakat yang ada di distrik Gaocheng, Shijiazhuang, tidak diizinkan meninggalkan daerah tersebut. Hal ini karena mereka dianggap sebagai pusat penyebaran virus Corona yang terjadi di daerah tersebut.

Selain itu, transportasi di sana juga dibatasi, seperti perjalanan bus dan penerbangan banyak yang dibatalkan. Bahkan layanan pos ditangguhkan selama tiga hari.

Pembatasan ini diberlakukan dengan ketat, terlihat banyak polisi dengan pakaian pelindung yang menjaga pintu masuk ke jalan tol. Menurut surat kabar milik pemerintah China Daily, tiga pejabat di distrik Gaocheng di Shijiazhuang telah dihukum karena "kelalaian".

"Desa harus mengidentifikasi, melaporkan, mengisolasi, dan merawat kasus sedini mungkin untuk menghentikan penularan," jelas Wu Hao yang merupakan pejabat kesehatan nasional setempat.

Tak hanya itu, lima rumah sakit di Shijiazhuang juga telah disiapkan untuk pasien COVID-19. Menurut Wakil Walikota Meng Xianghong, tiga di antaranya sudah siap digunakan.



Simak Video "Kasus Corona Meningkat, Turki Lockdown Selama 2 Minggu"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)