Jumat, 08 Jan 2021 14:46 WIB

Vaksin Corona Pfizer Disebut Efektif Lawan Varian Baru Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
90 year old Margaret Keenan, the first patient in the UK to receive the Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine, administered by nurse May Parsons at University Hospital, Coventry, England, Tuesday Dec. 8, 2020. The United Kingdom, one of the countries hardest hit by the coronavirus, is beginning its vaccination campaign, a key step toward eventually ending the pandemic. (Jacob King/Pool via AP) Vaksin COVID-19 Pfizer. (Foto: AP/Jacob King)
Jakarta -

Vaksin Corona Pfizer disebut bisa melawan varian baru Corona. Baik dari strain dari Corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Hal ini berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh otoritas kesehatan Amerika Serikat.

Hanya saja studi ini belum ditinjau oleh rekan sejawat. Penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan di Pfizer dan Medical Branc ini menyebut vaksin bisa menetralkan mutasi virus.

Dikutip dari laman Reuter, Phil Dormitzer salah satu ilmuwan vaksin Pfizer menyebut mutasi itu memiliki penularan yang lebih besar dan ada kekhawatiran bahwa virus lolos dari netralisasi antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin.

Penelitian dilakukan pada darah yang diambil dari orang yang telah disuntik vaksin. Penemuannya terbatas, karena tidak melihat rangkaian lengkap mutasi yang ditemukan pada varian baru dari virus yang menyebar dengan cepat.

Dormitzer mengatakan hal itu menggembirakan bahwa vaksin tampak efektif melawan mutasi, serta 15 mutasi lain yang sebelumnya telah diuji oleh perusahaan.

"Jadi kami sekarang telah menguji 16 mutasi yang berbeda, dan tidak satupun dari mutasi memiliki pengaruh yang signifikan. Itu kabar baiknya," katanya.

Dormitzer juga menyebut mutasi lain yang ditemukan pada varian Afrika Selatan, yang disebut mutasi E484K juga mengkhawatirkan.

Para peneliti berencana menjalankan tes serupa untuk melihat apakah vaksin tersebut efektif melawan mutasi lain seperti yang ditemukan di varian Inggris dan Afrika Selatan dan berharap mendapatkan lebih banyak data dalam beberapa minggu.

Sebelumnya sempat muncul kekhawatiran bahwa vaksin yang dibuat mungkin tidak dapat melindungi dari varian baru, terutama yang muncul di Afrika Selatan.



Simak Video "Bos BioNTech Yakin Vaksin Pfizer Bisa Akhiri Pandemi Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)