Senin, 11 Jan 2021 05:50 WIB

Corona Mengganas, 5 Negara Ini Kembali Lockdown!

Zintan Prihatini - detikHealth
TOKYO, JAPAN - MAY 25: Women wearing face masks walk through Shibuya on May 25, 2020 in Tokyo, Japan. As Covid-19 coronavirus cases in Japan continue to decline, Prime Minister Shinzo Abe today formally announced a complete end to the state of emergency that was imposed on April 7 in response to the outbreak. However, businesses around the country have been asked to implement social distancing and other protocols to avoid a second wave. To date, Japan has recorded 16,550 infections, 820 deaths and 13,413 recoveries from the virus. (Photo by Carl Court/Getty Images) Sejumlah negara kembali menerapkan lockdown (Foto: Getty Images/Carl Court)
Jakarta -

Kasus COVID-19 kembali melonjak di beberapa negara seluruh dunia. Hal ini juga dikarenakan merebaknya mutasi baru virus Corona di Inggris yang mengharuskan banyak negara menutup akses keluar-masuk atau lockdown.

Sejauh ini, telah tercatat sebanyak lima negara di dunia yang memberlakukan lockdown akibat meningkatnya kasus positif virus Corona, meliputi Libanon, Inggris, Jepang, Thailand, hingga China.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut daftarnya.

1. Libanon

Libanon mengumumkan bahwa negaranya akan memberlakukan lockdown penuh selama tiga pekan. Itu juga termasuk pembatasan jam malam mulai pukul 18.00 petang hingga 05.00 pagi guna menekan peningkatan kasus COVID-19. Lonjakan tersebut membuat tenaga media kewalahan dalam menangani pasien.

Dikutip dari CNA, Menteri Kesehatan sementara Libanon, Hamad Hasan mengumumkan lockdown akan dimulai pada Kamis, 7 Januari hingga 1 Februari 2021.

"Jelas bahwa tantangan pandemi telah mencapai tahap yang sangat mengancam nyawa warga Libanon karena rumah sakit tidak mampu menyediakan tempat tidur," jelas Hasan (07/01).

Di sisi lain, penguncian wilayah ini dilakukan di tengah kekhawatiran masyarakat akan meningkatnya pengangguran, inflasi, dan kemiskinan.

2. Inggris

Lockdown di Inggris diumumkan Perdana Menteri Boris Johnson. Hal ini menyusul kasus varian baru COVID-19 di Inggris yang melonjak dalam beberapa waktu terakhir.

"Jelas bahwa kita semua perlu berbuat lebih banyak lagi untuk mengendalikan kasus varian baru corona ini. Itu berarti pemerintah sekali lagi memerintahkan Anda semua untuk berdiam diri di rumah," paparnya pada Senin, (04/01).

Johnson belum membeberkan kapan lockdown akan dihentikan. Tetapi, berdasarkan perkiraan beberapa pihak aturan yang dimulai sejak Rabu (06/01) ini akan berlaku hingga pertengahan Februari mendatang.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah hanya akan mengizinkan warganya bepergian keluar rumah dengan beberapa alasan seperti belanja kebutuhan, berolahraga, hingga kebutuhan medis. Selain itu, Johnson menegaskan warga tetap bisa keluar rumah guna menghindari ancaman kekerasan dalam rumah tangga, sebuah isu yang banyak dibahas di tengah pandemi COVID-19.

Pemerintah Inggris akan membatasi perjalanan internasional. Johnson menjelaskan perjalanan luar negeri saat lockdown hanya diperbolehkan bagi mereka 'yang memiliki izin legal' seperti urusan pekerjaan ataupun bisnis.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Studi Inggris: Antibodi Bisa Bertahan 6 Bulan Pasca Terinfeksi Corona"
[Gambas:Video 20detik]