Senin, 11 Jan 2021 08:47 WIB

Beredar Foto 'Bayi Selamat' dari Sriwijaya Air, Ini Dampak Sebar Hoax

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Pihak Angkasa Pura II membentuk crisis center di Bandara Soekarno Hatta terkait insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Crisis center banyak didatangi keluarag korban. Beredar hoax bayi selamat Sriwijaya Air. (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Beredar foto dengan narasi bayi selamat dari kecelakaan Sriwijaya Air SJ 182. Foto tersebut beredar di berbagai platform media sosial pada Minggu (10/1/2021) dan sontak menghebohkan warganet.

"BASARNAS, SAR,DAN Team gabungan Angkatan Laut Berhasil mengevakuasi bayi salah satu korban dari Sriwijaya Air sj 182. Atas kuasa Allah swt masih selamat dan terombang ambing selama 24 jam di lautan," demikian narasi dalam gambar tersebut.

Benarkah foto tersebut merupakan korban bayi selamat dari kecelakaan Sriwijaya Air?

Berdasarkan penelusuran Antara, foto yang beredar dengan narasi bayi selamat dari kecelakaan Sriwijaya Air adalah hoaks.

Faktanya, bayi tersebut adalah bayi yang selamat dari kapal KM Lestari Maju yang tenggelam di Perairan Selayar Sulaewesi pada Juli 2018 lalu. Foto dengan narasi yang hampir mirip juga sempat muncul dan menjadi hoaks setelah kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 di Oktober 2018.

Berbagai informasi terkait kecelakaan pesawat Sriwijaya Air seliweran di lini masa. Sayangnya masih banyak yang masih belum bisa membedakan mana yang layak jadi konsumsi publik dan mana yang tidak.

Nuzulia Rahma Tristinarum, seorang psikolog sekaligus trainer dan konselor parenting Yayasan Kita dan Buah Hati, menjelaskan ada beberapa batasan agar kita masih bijak menggunakan media sosial jika terjadi bencana.

Salah satunya tidak asal rekam atau mengunggah kondisi keluarga korban, terlebih kabar tak pasti yang mengarah ke berita palsu.

Usahakan apapun yang kita upload di media sosial merupakan kata-kata yang baik dan mengandung empati.

"Apalagi sekarang sedang dihimbau untuk menjaga imunitas. Foto-foto yang ngga layak dapat menimbulkan energi negatif dan menurunkan imunitas," ungkap Rahma



Simak Video "Kacamata Psikolog Soal Ramai Postingan Korban Sriwijaya Air"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)