Senin, 11 Jan 2021 21:00 WIB

Penyakit Kuning pada Bayi: Gejala, Ciri-ciri, dan Cara Menurunkannya

Tim detikcom - detikHealth
Adorable two months baby girl relaxing in bedroom on knitted blanket on a sunny morning Foto: iStock/Penyakit Kuning pada Bayi: Gejala, Ciri-ciri, dan Cara Menurunkannya
Jakarta -

Penyakit kuning pada bayi baru lahir atau jaundice adalah ketika bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi, pigmen kuning yang diproduksi selama kerusakan normal sel darah merah.

Pada bayi yang sudah berusia beberapa bulan dan orang dewasa, hati memproses bilirubin, yang kemudian melewati saluran usus. Namun, hati bayi baru lahir mungkin belum cukup matang untuk mengeluarkan bilirubin.

Dalam banyak kasus, penyakit kuning pada bayi baru lahir akan hilang dengan sendirinya saat hati bayi tumbuh dan berkembang. Selain itu saat bayi mulai menyusu sehingga membantu bilirubin melewati tubuh.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit kuning akan hilang dalam 2 hingga 3 minggu. Penyakit kuning yang berlangsung lebih dari 3 minggu mungkin merupakan gejala dari kondisi yang mendasarinya.

Selain itu, kadar bilirubin yang tinggi dapat membuat bayi berisiko mengalami ketulian, cerebral palsy, atau bentuk kerusakan otak lainnya.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar semua bayi yang baru lahir diperiksa penyakit kuningnya sebelum keluar dari rumah sakit yakni ketika bayi berusia antara 3 dan 5 hari.

Penyebab Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Bayi yang berisiko tinggi mengalami penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah:

-bayi prematur (bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu)
-bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula, baik karena kesulitan menyusu atau karena ASI mereka belum masuk
-bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan golongan darah ibunya
-Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan golongan darah ibunya dapat mengalami penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merahnya dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba.

Penyebab lain dari penyakit kuning pada bayi baru lahir meliputi:

-memar saat lahir atau perdarahan internal lainnya
masalah hati
-sebuah infeksi
-kekurangan enzim
-kelainan pada sel darah merah bayi Anda


Ciri-ciri Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Tanda pertama penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah menguningnya kulit dan mata bayi. Menguning mungkin mulai dalam 2 sampai 4 hari setelah lahir dan mungkin mulai di wajah sebelum menyebar ke seluruh tubuh.

Kadar bilirubin biasanya mencapai puncak antara 3 hingga 7 hari setelah lahir.

Jika jari sedikit ditekan pada kulit bayi menyebabkan area kulit tersebut menjadi kuning, kemungkinan itu merupakan tanda penyakit kuning.

Cara Menurunkan Bilirubin atau Pengobatan Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir

Penyakit kuning ringan biasanya akan sembuh dengan sendirinya saat hati bayi mulai matang. Sering menyusu (antara 8 hingga 12 kali sehari) akan membantu bayi mengeluarkan bilirubin melalui tubuh mereka.

Penyakit kuning yang lebih parah mungkin memerlukan perawatan lain. Fototerapi adalah metode pengobatan yang umum dan sangat efektif yang menggunakan cahaya untuk memecah bilirubin dalam tubuh bayi Anda.

Dalam fototerapi, bayi Anda akan ditempatkan di ranjang khusus di bawah sinar spektrum biru dengan hanya memakai popok dan kacamata pelindung khusus.

Selimut serat optik juga dapat ditempatkan di bawah bayi Anda.

Dalam kasus yang sangat parah, transfusi tukar mungkin diperlukan di mana bayi menerima sedikit darah dari donor atau bank darah.

Ini menggantikan darah bayi yang rusak dengan sel darah merah yang sehat. Ini juga meningkatkan jumlah sel darah merah bayi dan mengurangi kadar bilirubin



Simak Video "Wali Kota Surabaya Ungkap Penyebab Siswa Stres Belajar dari Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)