Rabu, 13 Jan 2021 09:03 WIB

5 Fakta Vaksin Sinovac yang akan Dipakai Jokowi Hari Ini

Ayunda Septiani - detikHealth
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu? Vaksin Sinovac. (Foto ilustrasi: Getty Images/Kevin Frayer)
Jakarta -

Vaksinasi virus Corona pertama akan digelar hari ini, Rabu (13/1/2021). Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan jadi orang pertama di Indonesia yang akan diberi suntikan vaksin COVID-19.

Jokowi akan menerima dosis pertama vaksin Sinovac di Istana Kepresidenan, Jakarta. Jika tidak ada halangan, vaksinasi akan digelar pada pukul 09.00 pagi dan disiarkan secara live streaming melalui kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh kepala negara untuk menerima vaksin. Jokowi hanya disarankan tidur cukup dan sarapan terlebih dahulu. Dikabarkan sebelumnya, Jokowi akan disuntik vaksin Corona Sinovac.

"Iya Sinovac," papar Heru.

Berikut beberapa fakta vaksin sinovac yang akan disuntikkan ke Jokowi hari ini.

1. Dapat restu dari BPOM

Vaksin COVID-19 CoronaVac buatan Sinovac resmi sudah mendapat restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam bentuk emergency use authorization (EUA) pada Senin (11/1/2021). Dalam uji klinis, vaksin Sinovac menunjukkan efikasi 65,3 persen.

Izin penggunaan darurat pun keluar hanya berselang 2 hari dari rencana penyuntikan pertama, yakni hari ini Rabu (13/1/2021). Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi orang pertama yang mendapat suntikan vaksinasi.

2. Efikasi 65,3 persen

Analisis interim hasil uji klinis di Bandung menunjukkan bahwa efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan angka ini berarti vaksin Sinovac menunjukkan harapan untuk bisa menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga 65,3 persen.

Efikasi yang didapat lebih kecil dibanding hasil uji klinis di Turki yakni sebesar 91,25 persen dan di Brasil yakni 78 persen. Namun temuan terbaru menunjukkan efikasi di Brasil turun menjadi 50,4 persen. Menurut ahli epidemiolog dr Jarir At Thobari, perbedaan ini dipengaruhi banyak faktor, terutama perbedaan kondisi epidemiologi di tiap negara.

Namun yang terpenting, nilai efikasi yang didapat sudah lebih tinggi dari persyaratan yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia WHO yakni 50 persen.

3. Imunogenesitas 99,23 persen

Selain dari efikasi vaksin sinovac, imunogenesitas atau kemampuan untuk membentuk antibodi berfungsi membunuh dan menetralkan virus juga dinilai dalam uji klinis fase 3. Dari uji coba yang dilakukan di Bandung, didapatkan data antibodi sampai 3 bulan setelah penyuntikan sebesar 99,23 persen.

Efek samping yang ditimbulkan dari vaksin Sinovac adalah ringan hingga sedang. Simak selengkapnya di halaman berikut.

Simak video 'Efikasi Vaksin Sinovac 65,3%,, Satgas: Lampaui Standar WHO':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2