Kamis, 14 Jan 2021 18:10 WIB

Cerita Nakes di Bandung, Langsung Kerja Lagi Usai Vaksin COVID-19

Siti Fatimah - detikHealth
Nakes di Bandung mendapat vaksin COVID-19 Setelah disuntik vaksin COVID-19, nakes ini mendapat kartu vaksinasi (Foto: Siti Fatimah/detikHealth)
Topik Hangat Siap Divaksin!
Bandung -

Yane Ellyana (39), salah satu dari ribuan tenaga kesehatan (nakes) yang sudah menjalani vaksinasi di Puskesmas Antapani Jalan Majalaya, Kota Bandung. Kepada detikcom, Yane menceritakan pengalamannya sebelum dan sesudah penyuntikan vaksin Sinovac COVID-19 ke dalam tubuhnya itu.

"Saya divaksinasi tadi jam 13.00 WIB," ujar Yane saat ditemui, Kamis sore (14/1/2021).

Dia mengatakan, sebelumnya sudah mendapatkan pesan dari pemerintah soal keikutsertaannya dalam penyuntikkan vaksin COVID-19 ini. "Awalnya itu didaftarkan dari puskesmas bagian adminnya, terus kita dapat SMS untuk registrasi. Setelah registrasi ulang nanti dapat elektronik tiket untuk vaksin," jelasnya.

Bekerja selama 11 tahun sebagai tenaga kesehatan membuatnya paham betul mengenai vaksin hingga efek sampingnya. Sehingga, saat setelah divaksinasi ia tak mengeluhkan apapun.

"Biasa aja kaya divaksin biasa, di sebelah lengan kiri atas. Kalau efek samping tergantung ketahanan tubuh seseorang, kalau aku biasa aja. Enggak ada (keluhan atau efek samping)," akunya.

Saat ada vaksin pun, dia optimistis untuk ikut serta karena ingin menjaga daya tahan tubuh dalam kelompok besar (herd immunity). Meskipun telah divaksin, Yeni mengaku akan tetap langsung bekerja di Puskesmas.

"Setelah vaksin langsung kembali bekerja, biasanya sehari itu bisa ada pasien 50 sampe 100. Besok langsung masuk, insyaallah sehat," ujarnya.

Nakes di Bandung mendapat vaksin COVID-19Nakes di Bandung mendapat vaksin COVID-19. Sebagai bukti sudah divaksin, ia mendapat kartu vaksinasi yang akan dibawanya lagi pada penyuntikan kedua. Foto: Siti Fatimah/detikHealth

Nakes memang diberikan kesempatan untuk memilih pos pemberian vaksin. Yane mengatakan, bahkan ada rekan sejawatnya yang bela-belaan untuk divaksin hari ini padahal tinggalnya cukup jauh dari Puskesmas Antapani.

"Iya milih tempatnya sendiri. Karena kerjanya di sini mending di tempat kerja sendiri kan. Tadi ada dari RSHS (RS Hasan Sadikin), karena mungkin tidak kebagian di sana makanya ke sini, dia rumahnya di Sukajadi. Tapi memang karena dia penginnya hari ini jadi sengaja ke sini," katanya.

Sebelum divaksin, Yane mengaku sempat khawatir akan terpapar. Tapi saat ini, ia lebih berfikir positif selagi sudah mendapat vaksin dibarengi dengan protokol kesehatan tidak akan terpapar COVID-19.

"Dulu di awal-awal sempet khawatir, tapi kalau kita sesuai prokes mah enggak. Sekarang-sekarang lebih yakin baik-baik aja," pungkasnya.

Dua pekan selanjutnya, Yane akan mendapatkan vaksin tahap kedua. Ia berharap, vaksin tersebut dapat membantu menekan angka penyebaran COVID-19.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)
Topik Hangat Siap Divaksin!