Sabtu, 16 Jan 2021 14:30 WIB

China-Turki Sudah, RI Kok Belum Beri Vaksin Sinovac ke Lansia? Ini Kata BPOM

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Penny K Lukito Kepala BPOM BPOM jelaskan alasan Indonesia belum berikan vaksin Sinovac untuk lansia. (Foto: Rifkyanto Nugroho/detikHealth)
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 perdana di Indonesia sudah mulai dilakukan pada Rabu (13/1/2021) dengan vaksin dari Sinovac yaitu CoronaVac. Adapun beberapa orang yang pertama mendapatkan vaksin Corona tersebut seperti Presiden Joko Widodo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, para pejabat, hingga influencer.

Terkait batas usia penerima vaksin Corona, Satgas menyebutkan rentang usianya mulai dari 18 hingga 59 tahun. Ini juga sesuai dengan hasil uji klinik yang sebelumnya dilakukan pada vaksin Sinovac tersebut.

Namun, di beberapa negara seperti China hingga Turki sudah mulai dipakai untuk rentang usia lanjut atau lansia. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Penny K Lukito pun menjelaskan mengapa di Indonesia belum bisa memberikan vaksin tersebut ke lansia.

"Jadi di China itu adalah untuk fase 1 dan 2 ya dalam rangka masih uji klinik untuk lansia," lanjutnya.

"Sinovac itu sedang dalam proses uji klinik fase 1 dan 2 untuk lansia dan saya dengar fase 3 di Brasil. Jadi itu masih kita tunggu untuk memberikan emergency use of authorization (EUA) pada lansia," jelas Penny dalam webinar bersama Ikatan Alumni ITB, Sabtu (16/1/2021)

Penny mengatakan, sampai saat ini Indonesia masih menunggu hasil dari uji klinik vaksin Sinovac untuk kelompok lansia tersebut. Jika hasilnya baik bisa segera diberikan izin penggunaannya.

"Tentunya kita menunggu, mudah-mudahan hasil dari uji klinis fase 1 dan 2 pun juga bisa kita ekstrapolasi, sehingga bisa memberikan keyakinan untuk memberikan izin penggunaannya untuk lansia. Apalagi produknya sudah ada di sini kan di Bio Farma," kata Penny.



Simak Video "Rekomendasi Baru Sinovac soal Penggunaan Vaksin Corona Buatannya"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)