Selasa, 19 Jan 2021 10:06 WIB

Salesman Jadi Superspreader Corona, 3 Juta Warga China Di-lockdown!

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Stasiun kereta bawah tanah di Beijing ramai penumpang saat jam sibuk. Diketahui, Pemerintah China melakukan sejumlah upaya guna cegah varian baru virus Corona. Sebanyak hampir 3 juta orang di China di-lockdown setelah terjadinya lonjakan kasus COVID-19. (Foto ilustrasi: AP Photo/Andy Wong)
Jakarta -

Sebanyak hampir 3 juta orang di China di-lockdown, pada Senin (18/1/2021), setelah terjadinya lonjakan kasus COVID-19 terkait kasus superspreader seorang pedagang (salesman) produk kesehatan.

Dikutip dari Channel News Asia, pemerintah China memberlakukan lockdown di dua kota yang berada di Provinsi Jilin, yang menjadi lokasi kasus superspreader tersebut. Akibatnya, 3 juta warga yang tinggal di kedua kota itu harus diisolasi.

Pada hari Senin (18/1/2021), pemerintah Provinsi Jilin mencatat ada 109 kasus baru COVID-19 di daerahnya.

Pihak berwenang telah melacak ratusan kasus tersebut, yang kemudian berujung kepada seorang salesman yang datang dari Provinsi Heilongjiang.

Diketahui, salesman itu bepergian dan menggelar seminar kesehatan kepada warga paruh baya dan lansia saat dirinya positif COVID-19, namun tak bergejala.

Salesman yang tidak diketahui identitasnya ini dinyatakan telah menularkan virus Corona COVID-19 secara tidak sadar kepada warga lanjut usia. Hingga akhirnya, ia berhasil dilacak oleh otoritas kesehatan setempat sebagai kontak erat salah satu kasus positif.

Media pemerintah China, People's Daily, pun mengecam tindakan seminar seperti itu karena disebut mempertaruhkan nyawa orang demi uang. Investigasi pun masih terus dilakukan untuk mengetahui apakah adanya aktivitas bisnis ilegal terkait seminar tersebut.



Simak Video "Persiapan yang Harus Dilakukan untuk Menuju Endemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)