Selasa, 19 Jan 2021 13:00 WIB

Bukan 14 Hari, Sinovac Ungkap Waktu Terbaik Berikan Dosis Kedua Vaksin Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing. Vaksin Corona Sinovac. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Sinovac Biotech China menyebut pemberian vaksinnya, CoronaVac, bisa lebih efektif jika dosis kedua diberikan dalam rentang waktu yang lebih lama pasca disuntik pertama. Hal ini berdasarkan uji klinis vaksin Corona Sinovac di Brasil.

"Uji klinis di Brasil menunjukkan vaksin COVID-19 hampir 20 persen lebih efektif pada subkelompok kecil pasien yang menerima dosis kedua lebih lama," jelas juru bicara Sinovac, dikutip dari Reuters.

"Tingkat perlindungan untuk 1.394 peserta yang menerima dosis CoronaVac atau plasebo dengan jarak tiga minggu hampir 70 persen," lanjutnya.

Sebelumnya, peneliti vaksin Corona Sinovac di Brasil mengumumkan efikasi general yang didapatkan dari lebih 9 ribu relawan, adalah 50,4 persen. Kebanyakan dari mereka menerima dosis kedua vaksin Corona Sinovac selang waktu 14 hari.

Juru bicara vaksinSinovac mengatakan sejumlah kecil relawan terlambat menerima dosis kedua karena berbagai alasan, tanpa menjelaskan lebih lanjutdetailnya. Rentang waktu pemberian dosis vaksin Corona telah menjadi topik hangat perdebatan di kalangan ilmuwan, regulator, dan pemerintah.

Tak hanya pada Sinovac, regulator Inggris mengatakan vaksin Corona dari AstraZeneca-Universitas Oxford juga lebih efektif ketika ada jarak yang lebih panjang antara dosis yang diberikan pertama kali.

Inggris juga telah memutuskan untuk memberikan jarak yang lebih panjang antara dosis vaksin Corona Pfizer dan BioNTech yang diberikan pertama kali dengan dosis kedua.

Juru bicara Sinovac memperingatkan kekuatan data dari sub-kelompok lebih lemah dari hasil efikasi 50 persen, yang didasarkan pada data gabungan dari mereka yang menerima dosis dengan selang waktu dua atau tiga minggu.

Sementara peneliti Sinovac mengatakan uji coba tahap awal menunjukkan jarak waktu empat minggu memicu respons antibodi yang lebih kuat daripada yang menerima dosis kedua vaksin selama dua minggu.

Sinovac belum merilis hasil uji coba tahap III secara global, tetapi vaksin Corona telah disetujui untuk penggunaan darurat di beberapa negara, termasuk Brasil, Indonesia, dan Turki.



Simak Video "Epidemiolog: Dosis Ketiga Sinovac Baiknya Diberikan Setelah 6 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)