Selasa, 19 Jan 2021 14:49 WIB

Penerima Vaksin Corona Tetap Bisa Tularkan COVID-19, Ini Alasannya

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Covid-19: Apakah mungkin akan ada lebih dari satu vaksin virus corona? Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Program vaksinasi COVID-19 tengah berlangsung di Indonesia. Satu per satu calon penerima vaksin mulai disuntikkan vaksin Corona.

Pada prinsipnya, vaksin ini bertujuan untuk membuat kekebalan tubuh terhadap COVID-19. Namun, bukan berarti setelah divaksin, tubuh langsung bisa kebal dari infeksi virus Corona.

Oleh karena itu, masyarakat tetap diimbau untuk menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak agar pencegahan COVID-19 menjadi lebih maksimal.

Pemberian vaksin Corona pun umumnya tidak cukup hanya dengan sekali suntikkan.

"Setelah dosis pertama, butuh waktu sekitar satu minggu agar tubuh dapat membentuk beberapa respons antibodi," kata ahli paru dari Cleveland, Amerika Serikat (AS), Dr Jafar Abunasser, dikutip dari situs Cleveland Clinic.

Abunasser menjelaskan, meski nantinya dosis kedua vaksin telah diberikan, ini tidak membuat kamu kebal sepenuhnya terhadap COVID-19.

"Vaksin memang memberikan perlindungan. Namun, meski kamu sudah mendapatkan dosis kedua, vaksin hanya memberi perlindungan sekitar 94 persen atau 95 persen," jelasnya.

Selanjutnya, kata Abunasser, terlepas dari kenyataan kita sudah memiliki kekebalan terhadap COVID-19, kita masih bisa terpapar Corona dan menjadi pasien tanpa gejala, sehingga tetap berisiko menyebarkan virus ke orang lain.

"Jadi kamu tidak bisa berasumsi bahwa karena telah divaksin, kamu dapat terlindungi dan tidak lagi menularkan virus ke orang lain," ujarnya.

Abunasser mengatakan, dalam uji klinis, vaksin Corona hanya terbukti bisa melindungi para penerima vaksin dari penyakit itu sendiri, yakni COVID-19.

"Namun, itu tidak berarti bahwa orang yang kebal tidak dapat membawa virus dan menularkannya ke orang lain jika terpapar," ucap Abunasser.

"Vaksinasi hanya meminimalisir kemungkinan untuk sakit atau mengalami gejala," tuturnya.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)