Rabu, 20 Jan 2021 05:45 WIB

Drama Penanganan COVID-19 di Berbagai Negara, Pasien Sampai Antre di Trotoar

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Close up hand of elderly patient with intravenous catheter for injection plug in hand during lying in hospital ward room Ilustrasi virus Corona COVID-19 (Foto: iStock)
Jakarta -

Beberapa negara kembali menghadapi lonjakan kasus COVID-19, bahkan fasilitas kesehatan disebut sudah kolaps. Pasalnya, tempat tidur pasien COVID-19 juga sudah tak cukup menampung banyaknya permintaan rawat inap.

Seperti yang terjadi di Portugal, sistem kesehatan berada di ambang kehancuran karena sudah kehabisan tempat tidur untuk merawat pasien Corona. Brasil juga kekurangan oksigen untuk pasien COVID-19.

Berikut rangkuman lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara yang memicu faskes setempat di ambang kolaps, dikutip dari berbagai sumber.

1. Menkes Portugal sebut ketersediaan faskes esktrem

Dikutip dari Reuters, fasilitas kesehatan di Portugal berada di ambang kehancuran karena RS di daerah yang paling terdampak lonjakan COVID-19 kehabisan bed pasien Corona.

"Sistem kesehatan kami berada di bawah situasi tekanan ekstrem," kata Menteri Kesehatan Marta Temido kepada wartawan pada Minggu sore setelah kunjungan ke rumah sakit yang bermasalah.

"Ketersediaan bed hampir memenuhi batasnya," jelas Marta.

Portugal memiliki jumlah bed yang cukup kritis sejak awal pandemi, terendah di Eropa. Hanya dapat menampung maksimal 672 pasien COVID-19 di unit perawatan intensif, atau ICU, menurut data kementerian kesehatan.

Jumlah orang di ICU untuk pasien COVID-19 kini mencapai 647 pada hari Minggu, menurut otoritas kesehatan setempat. Asosiasi Administrator Rumah Sakit Portugis mengatakan jumlah pasien Corona yang membutuhkan rawat inap kemungkinan akan meningkat secara dramatis selama minggu depan.

Menurut situs ourworldindata.org yang didukung oleh Universitas Oxford, Portugal memiliki jumlah kasus virus Corona tertinggi di Eropa per kapita selama tujuh hari terakhir.

2. Pasien Corona di Lebanon antre di trotoar luar RS

Pasien COVID-19 menunggu di trotoar di luar rumah sakit di Beirut karena ruang IGD penuh, sesak, dan tempat tidur perawatan intensif penuh, cukup menggambarkan sulitnya Lebanon menghadapi lonjakan kasus Corona.

Kepada Reuters, salah satu dokter yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku, sudah 40 persen staf di fasilitas kesehatan terinfeksi COVID-19 atau sedang menjalani isolasi.

Negara-negara di seluruh dunia merasakan tekanan, tetapi hanya sedikit yang krisis seperti Lebanon, pandemi menumpuk di atas keruntuhan finansial dan ledakan pelabuhan besar pada Agustus yang telah membuat sistem kesehatan semakin memburuk.

"Ini pada dasarnya dari satu bencana ke bencana lainnya," kata Charaf Abou Charaf, kepala dokter di Lebanon, dikutip dari Reuters.

Dalam sepekan terakhir, Lebanon menghadapi lonjakan COVID-19 tertinggi, lebih dari 6 ribu, untuk pertama kalinya. Seperti diketahui, Lebanon juga menerapkan lockdown ketat untuk menekan lonjakan kasus Corona.

3. Brasil kekurangan pasokan oksigen

Sejumlah RS di Brasil juga tengah kesulitan karena dilaporkan kekurangan oksigen cukup parah. Para tenaga kesehatan setempat juga disebut sudah putus asa.

Dikutip dari BBC, Brasil juga menghadapi lonjakan kasus COVID-19 kematian dan angka infeksi. Para ahli di sana mengingatkan banyak orang bisa meninggal karena kekurangan pasokan oksigen dan bantuan.

Brasil telah mencatat lebih dari 205.000 kematian akibat virus Corona, angka tertinggi kedua di dunia, setelah Amerika Serikat. Pekan lalu, kontainer dengan alat pendingin dibawa ke rumah sakit-rumah sakit untuk membantu menyimpan jenazah-jenazah dan pihak berwenang menyatakan keadaan darurat Corona.



Simak Video "Ahli Gizi Ingatkan Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)