Kamis, 21 Jan 2021 09:05 WIB

WHO Sarankan Orang yang Pernah Terinfeksi COVID-19 Tetap Dapat Vaksin

Firdaus Anwar - detikHealth
Petugas medis memberikan vaksin Sinovac kepada Tenaga Kesehatan Puskesamas Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (14/1). Pada hari pertama pemberian vaksin Sinovac, terdapat 11 orang tenaga kesehatan yang disuntik vaksin di Puskesma Kecamatan Cilincing. WHO sarankan orang yang pernah terkena COVID-19 tetap divaksin. (Foto ilustrasi: Pradita Utama)
Jakarta -

Orang-orang yang pernah terinfeksi oleh COVID-19 secara umum tubuhnya akan membentuk kekebalan alami. Oleh karena itu di beberapa negara orang yang pernah terinfeksi untuk saat ini tidak jadi kelompok prioritas penerima vaksin COVID-19.

Kepala konsultan imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Alejandro Cravioto, mengatakan pada akhirnya tetap disarankan sebanyak-banyaknya orang divaksinasi.

Kekebalan yang terbentuk karena infeksi alami tidak bersifat permanen sehingga mungkin saja orang-orang yang terinfeksi pada awal 2020 kini sudah tidak 'kebal'. Data yang ada saat ini menunjukkan rata-rata imunitas bertahan sampai enam bulan.

"Bila Anda kebetulan tahu sudah pernah terinfeksi, kami tetap menyarankan Anda mendapat vaksin. Hanya saja sekarang kita baru mulai dengan program vaksinasi sehingga tiap negara memprioritaskan kelompok berisiko dulu," kata ahli program imunisasi WHO, Dr Kate O'Brien, seperti dikutip dari situs resmi WHO, Kamis (21/1/2021).

"Kami sebetulnya tidak menyarankan program vaksinasi mengecualikan atau menunda pemberian vaksin pada orang-orang yang sudah pernah terinfeksi COVID-19," pungkasnya.



Simak Video "Alasan WHO Akhirnya Luluh soal Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)