Kamis, 21 Jan 2021 17:24 WIB

Mengenal Kelompok Vaksin Sensitif Panas, Bedanya dengan Sensitif Beku

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Kelompok vaksin sensitif panas (Foto : iStock)
Jakarta -

Dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19, suhu penyimpanan vaksin menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan. Pasalnya, ada vaksin yang sensitif beku dan ada juga kelompok vaksin sensitif panas.

Hal ini bertujuan agar vaksin Corona tidak rusak dan tetap terjaga efektivitasnya. Berikut perbedaan antara vaksin yang sensitif beku dan panas:

  • Kelompok vaksin sensitif beku. Vaksin akan rusak jika disimpan dalam suhu dingin di bawah 0 derajat celsius.
  • Kelompok vaksin sensitif panas. Vaksin akan rusak jika terpapar panas yang berlebihan.

Dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ Menkes/12758/2020 disebutkan, vaksin Corona yang akan digunakan di Indonesia ada tujuh jenis, yakni vaksin yang diproduksi PT Bio Farma, Oxford-AstraZeneca, Sinophram, Moderna, Novavax, Pfizer-BioNTech, dan Sinovac.

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut beberapa jenis vaksin Corona yang akan digunakan Indonesia berdasarkan sensitivitas suhunya.

1. Pfizer-BioNTech

Vaksin Corona buatan Pfizer-BioNTech menggunakan teknologi baru yakni, messenger RNA (mRNA). Vaksin ini menggunakan gen sintetis yang lebih mudah diciptakan, sehingga bisa diproduksi lebih cepat dibanding teknologi biasa.

Meski begitu, vaksin Corona Pfizer-BioNTech perlu perhatian khusus dalam pendistribusiannya. Pasalnya, vaksin ini harus disimpan di dalam suhu beku minus 70 derajat celsius.

2. Moderna

Seperti Pfizer-BioNTech, vaksin Corona buatan Moderna juga menggunakan teknologi mRNA dalam pembuatannya. Meski begitu, vaksin ini tidak harus disimpan pada suhu minus 70 derajat celsius.

Dr Tal Zacks, chief medical officer Moderna, mengatakan bahwa vaksin buatannya bisa bertahan selama 6 bulan pada penyimpanan dengan suhu minus 20 derajat celsius.

3. Sinovac

Vaksin Corona buatan produsen asal China ini dibuat dengan metode inaktivasi. Inaktivasi adalah metode pembuatan vaksin dengan menggunakan versi tidak aktif dari jenis virus atau bakteri penyebab penyakit tertentu.

Dalam pendistribusiannya, vaksin Sinovac tidak memerlukan lemari pendingin khusus. Vaksin ini bisa disimpan dalam suhu 2-8 derajat celsius.

Bagaimana dengan vaksin lain dilihat dari sensitivitasnya terhadap suhu? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]