Senin, 25 Jan 2021 05:34 WIB

Round Up

Fakta-fakta Vaksinasi COVID-19 RI, Efek Samping hingga Alasan Ada yang Batal

Kanya Anindita - detikHealth
Kemenkes mencatat 132.004 orang tenaga kesehatan di Indonesia sudah disuntik virus Corona. Angka itu adalah 22 persen dari total 598.483 Nakes yang akan divaksin. Vaksinasi COVID-19 (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 tiba pertama kali di Tanah Air pada hari Minggu (6/12/2020). Program vaksinasi sudah dilakukan secara bertahap di Indonesia dan diharapkan dapat membentuk herd immunity.

Presiden Joko Widodo juga sudah disuntik vaksin Corona pada Rabu (13/1/2021). Ia menjadi orang pertama di Indonesia yang divaksin Corona.

Bagaimana perkembangan vaksinasi COVID-19 di Indonesia? Berikut rangkumannya.

1. Jumlah masyarakat yang sudah divaksin

Hingga Minggu (24/1/2021), website resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 149.242 orang sudah divaksin. Rencana sasaran vaksinasi COVID-19 di Indonesia adalah 181.554.465 penduduk yang berumur di atas 18 tahun.

Karena ketersediaan jumlah vaksin COVID-19 bertahap, maka dilakukan pentahapan sasaran vaksinasi. Untuk tahap pertama vaksinasi COVID-19 dilakukan terhadap Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang meliputi tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga penunjang yang bekerja pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan sampai saat ini, jumlah SDM Kesehatan yang menjadi sasaran vaksinasi COVID-19 adalah 1.486.840 orang.

2. Ada 27 ribu tenaga kesehatan batal divaksin

Pemberian vaksin saat ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan. Hingga 23 Januari 2021 pukul 15.00, tercatat sudah ada 172.901 nakes yang sudah mendaftar untuk menerima vaksin COVID-19.

Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Kementrian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tramidzi, MPH memaparkan ada sekitar 27 ribu nakes yang belum mendapatkan vaksinasi. Hal ini dikarenakan ada yang batal atau ditunda dengan sejumlah alasan.

"Ada sekitar 27.000 tenaga kesehatan yang kemudian belum mendapatkan vaksinasi dikarenakan karena batal ataupun ditunda dengan sejumlah beberapa alasan antara lain misalnya saat tekanan darah saat screening tekanan darahnya lebih dari 140/90 (mmHg), kemudian ada yang merupakan penyintas COVID-19, sedang menyusui atau memiliki komorbid lainnya," ujar dr Nadia pada Sabtu (23/1/2021).

3. Laporan efek samping

Sebagian masyarakat masih meragukan program vaksinasi terkait dengan keamanannya. Menurut dr Muhammad Fajri Adda'I, salah seorang dokter yang telah mendapatkan vaksinasi COVID-19, reaksi setelah vaksinasi bisa berbeda-beda pada setiap orang.

"Teman nakes lain ada yang mengalami demam, nyeri, lemas, ada yang jadi merasa lapar terus, hingga ngantuk. Reaksi ini wajar dan masuk dalam kategori ringan. Kalaupun ada demam itu wajar sebagai suatu reaksi dalam pembentukan imunitas dalam tubuh," kata dr Fajri dalam Dialog Produktif yang mengangkat tema KIPI: Kenali dan Atasi, diselenggarakan oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (20/1/2021).

Dikutip dari laman resmi Satgas COVID-19, hingga Rabu (20/1/2021), Komnas KIPI mengatakan ada 30 laporan KIPI yang bersifat ringan dan tidak ada reaksi serius. Tidak ada yang memerlukan perawatan intensif setelah tenaga kesehatan (nakes) mendapat vaksin COVID-19 pertama kali.



Simak Video "Vaksin COVID-19 Karya RI Pakai Sel Dendritik, Ini Cara Kerjanya"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)