Selasa, 26 Jan 2021 14:01 WIB

Virus Nipah Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru di Asia

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Two black flying-foxes Pteropus alecto hanging in a tree, Kakadu National Park, Northern territory, Australia Virus nipah diprediksi jadi pandemi berikutnya. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta -

Ketika dunia saat ini fokus pada COVID-19, para ilmuwan tengah berusaha keras untuk memastikan virus Nipah tidak menjadi pandemi selanjutnya. Virus Nipah memiliki tingkat kematian 75 persen dan belum ada vaksinnya.

Adalah Supaporn Wacharapluesadee, seorang ahli virus asal Thailand yang memiliki minat langsung untuk memantau ancaman pandemi berikutnya.

Bekerja sebagai peneliti di Red Cross Emerging Infectious Disease-Health Science Centrer, lembaga yang meneliti penyakit infeksi baru di Bangkok, ia telah menganalisa banyak sampel spesies, termasuk kelelawar dan menemukan hewan ini bisa menimbulkan ancaman baru, seperti halnya COVID-19.

Ia dan timnya kebanyakan menemukan virus Corona, tetapi juga penyakit mematikan lainnya yang dapat menular ke manusia. Salah satunya virus Nipah. Virus ini dibawa oleh kelelawar buah, yang merupakan inangnya.

"Ini sangat mengkhawatirkan karena belum ada obatnya dan tingkat kematian yang tinggi akibat virus ini," katanya dikutip dari BBC. Angka kematian virus Nipah berkisar antara 40 hingga 75 persen, tergantung di mana wabah itu terjadi.

Bukan hanya Wacharapluesadee yang khawatir, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) setiap tahunnya juga meninjau daftar patogen yang bisa menyebabkan kondisi kedaruratan esehatan masyarakat.

Mereka fokus pada patogen yang paling mengancam kesehatan manusia, yang berpotensi menjadi pandemi, dan yang belum ada vaksinnya.

Nyatanya, virus Nipah masuk ke dalam 10 besar daftar tersebut. Wabah ini pernah dilaporkan terjadi di Asia sehingga WHO khawatir virus ini akan terus ada di masa depan.

Apa yang menyebabkan virus Nipah sangat mematikan?

Ada beberapa alasan virus Nipah sangat berbahaya. Pertama, masa inkubasinya yang lama (dilaporkan hingga 45 hari dalam satu kasus), artinya inang yang terinfeksi tidak menyadari mereka sakit dan menyebarkannya.

Apa saja gejala yang timbul jika terinfeksi virus Nipah? Klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "5 Fakta Virus Nipah yang Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru Asia"
[Gambas:Video 20detik]