Senin, 08 Feb 2021 10:35 WIB

Sejarah Virus Nipah, Dari Awal Muncul Sampai Jadi Potensi Pandemi Baru

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus Nipah dikhawatirkan dapat jadi ancaman munculnya pandemi baru di dunia. Selain karena angka kematian yang tinggi, virus itu diketahui belum ada obatnya. Sejarah virus Nipah. (Foto ilustrasi: Getty Images/Lauren DeCicca)
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah
Jakarta -

Virus Nipah ramai diperbincangkan karena disebut berpotensi jadi pandemi baru. Dari mana sebetulnya asal virus Nipah ini?

Dikutip dari halaman resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), virus Nipah pertama kali teridentifikasi tahun 1998-1999 saat terjadi wabah di salah satu peternakan babi Malaysia. Hewan yang terinfeksi menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, dan gangguan saraf seperti kejang-kejang.

WHO menyebut sumber virus Nipah berasal dari kelelawar buah. Kemungkinan virus berpindah ke babi ketika program deforestasi besar-besaran mendorong populasi kelelawar dari hutan mendekat ke peternakan.

"Pada wabah pertama di Malaysia, yang juga memengaruhi Singapura, kebanyakan orang terinfeksi karena kontak fisik langsung dengan babi yang sakit atau jaringan terkontaminasi. Transmisi diduga terjadi lewat paparan kotoran atau jaringan lain dari babi," kata WHO seperti dikutip dari situs resminya pada Senin (8/2/2021).

Pada manusia virus Nipah dilaporkan menyebabkan gejala demam, sakit kepala, nyeri, gangguan pernapasan, dan gangguan saraf yang mengindikasikan peradangan otak (ensefalitis) fatal.

"Tingkat kematian kasus infeksi virus Nipah diperkirakan sekitar 40 sampai 75 persen. Angkanya bisa bervariasi tergantung dari kapasitas pengawasan epidemiologi dan manajemen klinik suatu daerah," lanjut WHO.

Wabah virus Nipah kembali muncul pada tahun 2001 di Bangladesh dan secara berkala di beberapa bagian India.

WHO pada tahun 2008 mengkategorikan virus Nipah sebagai "penyakit prioritas" yang risetnya perlu dikembangkan karena berpotensi jadi ancaman global. Sampai saat ini diketahui belum ada obat atau vaksin khusus untuk virus Nipah.

Dari awal teridentifikasi sampai tahun 2015, WHO menyebut sudah ada lebih dari 600 kasus infeksi virus Nipah yang dilaporkan.

"Meski virus Nipah hanya beberapa kali menyebabkan wabah di Asia, virus ini memiliki kemampuan menginfeksi berbagai jenis hewan dan menyebabkan penyakit parah serta kematian pada manusia," ungkap WHO.



Simak Video "5 Fakta Virus Nipah yang Dikhawatirkan Jadi Pandemi Baru Asia"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)
Topik Hangat Ancaman Virus Nipah