Kamis, 28 Jan 2021 10:20 WIB

Diwajibkan Punya oleh WHO, Kenali Fakta-fakta Pulse Oximeter

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Oxygen saturation and heart rate measurement monitor. Fakta-fakta oximeter. (Foto: Getty Images/iStockphoto/mkToy)
Jakarta -

Oksimeter atau pulse oximeter kini wajib dimiliki saat pasien COVID-19 isolasi mandiri. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) oximeter membantu menunjukkan kondisi klinis seseorang apakah perlu dirawat ke RS.

Apa sih fungsinya oximeter?

Dikutip dari Medical News Today, pulse oximeter adalah alat untuk mendeteksi berapa kadar oksigen di dalam darah. Bisa digunakan untuk memantau kadar oksigen dari waktu ke waktu.

Pasien COVID-19 yang menggunakan oximeter bisa waspada saat saturasi oksigen ternyata sangat rendah padahal tak menunjukkan gejala apapun. Hal ini bisa berbahaya karena ada kemungkinan pasien Corona mengidap happy hypoxia.

Happy hypoxia terjadi saat kadar oksigen pasien Corona rendah tanpa mengalami gejala apapun sebelumnya.

Lalu bagaimana cara kerja oximeter?

Seperti yang dijelaskan dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), cara menggunakan oksimeter sangat simpel. Seseorang bisa langsung menaruh oksimeter di ujung telunjuk jari.

"Itu ya bisa mengukur kadar oksigen di jaringan, dia sangat sederhana, kita taruh di ujung telunjuk jari kita. Dia mensensor kadar oksigen di dalam jaringan kita, di jari itu, nah itu memang bisa sebagai alat pendeteksi dini lah (happy hypoxia)," kata dr Adria Rusli saat dihubungi detikcom.

"Sangat simpel kok, itu tinggal tempel di jari tunggu beberapa menit, keluar angkanya, saturasi oksigennya," lanjutnya.

Bagaimana cara membaca hasil oximeter?

Jika hasil oximeter menunjukkan angka di rentang 95 hingga 10 persen, saturasi oksigen tubuh berarti normal. Lain hal dengan angka di bawah 90 persen, apa artinya?

  • Kadar oksigen di dalam darah normal: 95-100 persen
  • Kadar oksigen di dalam darah rendah: Kurang dari 90 persen

Oximeter bisa beli di mana dan berapa harganya?

Pulse oximeter bisa dibeli di toko kesehatan terdekat, maupun di e-commerce. Berdasarkan pemantauan di sejumlah e-commerce oximeter dijual dengan harga cukup variatif.

Ada di kisaran 80 ribu rupiah hingga 300 ribu rupiah. Untuk harga yang lebih mahal, oximeter terhubung dengan aplikasi di smartphone via bluetooth sehingga mempermudah pembacaan hasil.

Bagaimana cara memilih oximeter yang bagus untuk pasien COVID-19? Simak di halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "WHO Sarankan Pulse Oximeter untuk Pasien Covid-19 di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]