Kamis, 28 Jan 2021 21:30 WIB

Targetkan Selesai Vaksinasi Nakes Februari, Ini Strategi Menkes

Pradito Rida Pertana - detikHealth
Para tenaga kesehatan (nakes) mendapatkan vaksinasi COVID-19 tahap kedua, di Puskesmas Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (28/1/2021). Vaksinasi tahap kedua dilakukan 14 hari setelah tahap 1 selesai. Vaksin COVID-19 (Foto: Ari Saputra)
Yogyakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menargetkan vaksinasi untuk tenaga kesehatan (nakes) selesai pada akhir bulan Februari. Untuk mencapainya, Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin memiliki strategi khusus.

Budi menjelaskan, pihaknya mempunyai target vaksinasi 70 persen dari populasi untuk masyarakat dengan usia di atas 18 tahun. Populasi Indonesia saat ini mencapai 269 juta dan yang berusia di atas 18 tahun tercatat ada 188 juta jiwa.

"Kemudian yang memiliki comorbid, hamil, menyusui dan penyintas COVID-19 ada 181 juta, itu yang harus divaksinasi," katanya saat ditemui wartawan di Grha Sabha UGM, Kabupaten Sleman, Kamis (28/1/2021).

Sehingga, kata Budi, perlu 363 juta dan pihaknya menjadwalkan selesai 15 bulan, sedangkan Presiden Jokowi meminta selesai 12 bulan. Hal itu mengharuskan jumlah suntikan dalam 365 hari jadi rata-rata 1 juta suntikan perhari.

"Kalau dimulai dari nol ya puncaknya 2 juta suntikan perhari, itu sebabnya kita cari berbagai cara agar sehari bisa 5 ribu di titik tertentu. Nakes kita sekitar 1,5 juta, ini yang mau diberesin sampai akhir Februari, saya harap minggu ketiga sudah selesai," ujarnya.

"Jadi teman-teman di sini ajak teman nakes untuk suntik. Karena kita targetkan suntikan pertama selesai paling lambat minggu pertama Februari. Supaya minggu ketiga Februari sudah selesai," imbuhnya.

Terlebih, saat ini jumlah nakes ada 1,5 juta dan yang sudah menjalani vaksinasi 355 ribu. Sedangkan paling tinggi saat ini pihaknya baru bisa melakukan 58 ribu vaksinasi dalam sehari.

"Nah kita melihat kalau mau cepat selesai nakes sebelum akhir Februari harus naikin 100 ribu perhari," katanya.

Untuk itu perlu cara untuk meningkatkannya, yakni dengan mengadakan vaksinasi massal seperti yang berlangsung di UGM. Di mana melibatkan 3.300 tenaga kesehatan yang berasal dari sejumlah Fasyankes di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Caranya perlu inovasi baru selain dengan suntikan di RS dan Puskesmas. Ini (vaksinasi massal di UGM) inovasi dari teman-teman RS Jogja, Dinkes dan kantor pusat (Kemenkes). Dengan cara ini bisa lebih banyak lagi (nakes) yang ikut vaksinasi," imbuh Budi.



Simak Video "Menkes Sebut Indonesia Salah Lakukan Testing COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)