Jumat, 29 Jan 2021 06:20 WIB

Fakta-fakta di Balik Mitos COVID-19 yang Masih Beredar

Zintan Prihatini - detikHealth
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) hadirkan laboratorium mini-layanan tes swab antigen bagi para pegawai. Hal itu dilakukan guna cegah COVID-19. Virus Corona COVID-19 (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Penularan virus Corona masih terus meningkat. Hal ini dikarenakan lonjakan kasus yang belum bisa ditekan dengan baik.

Sementara itu, masih banyak mitos terkait COVID-19 di media sosial, dari teman maupun keluarga yang beredar luas. Hal itu justru membuat masyarakat semakin cemas berlebihan. Apa saja mitos seputar COVID-19 yang beredar dan kerap dipercaya masyarakat?

Dikutip dari berbagai sumber, ini deretan mitos terkait virus Corona.

Mitos: hanya orang tua atau dengan komorbid yang dirawat di rumah sakit

Fakta: Orang dari segala usia bisa tertular COVID-19. Risiko gejala COVID-19 dapat meningkat pada orang yang lebih tua atau pada orang dari segala usia yang memiliki penyakit komorbid, seperti jantung atau paru-paru, sistem kekebalan yang lemah, obesitas parah atau diabetes.

Pasien berbagai usia dapat dirawat di rumah sakit karena COVID-19. Dikutip dari Mayo Clinic, rata-rata usia pasien rawat inap karena COVID-19 berfluktuasi atau naik-turun sepanjang waktu.

Mitos: Cuaca ekstrem dapat membunuh virus Corona

Fakta: Saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa cuaca yang lebih dingin dapat membunuh COVID-19 atau virus lainnya. Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5 C hingga 37 C, terlepas dari suhu luar atau cuaca. Sempat ada anggapan virus akan hilang pada musim panas, namum terbukti pandemi masih berlangsung.

Mitos: Hewan peliharaan menyebarkan COVID-19

Fakta: Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa tidak ada bukti hewan menyebarkan COVID-19.

"Kami harus membedakan antara infeksi yang sebenarnya dan hanya mendeteksi keberadaan virus. Saya masih mempertanyakan seberapa relevan hal itu dengan wabah pada manusia, karena sebagian besar wabah secara global terjadi melalui penularan dari manusia ke manusia," ujar profesor virologi molekuler di University of Nottingham, di Inggris, Jonathan Ball.

Sebagai bentuk pencegahan, CDC mengingatkan untuk mencuci tangan setelah kontak dengan hewan peliharaan.

Mitos: hanya bisa tertular detelah berkontak selama 10 menit

Fakta: Memang semakin lama seseorang dekat dengan orang yang terinfeksi COVID-19, maka semakin mungkin virus dapat menular. Namun, virus Corona tetap dapat menular dari orang ke orang dalam waktu kurang dari 10 menit.

Mitos: COVID-19 bisa menular di kolam renang

Fakta: Sejauh ini masih belum ada bukti yang mengatakan bahwa virus Corona dapat menyebar melalui air di kolam renang. Jika kolam renang didisinfeksi secara rutin menggunakan klorin, maka virus menjadi tidak aktif.

Kemungkinan risiko penularan dapat terjadi ketika seseorang berada di kolam renang dan terpapar melalui droplet yang keluar saat bernapas atau berbicara. Lalu, droplet itu menyebar di udara dan bisa menularkan orang yang ada di sekitar tempat tersebut. Risiko penularan juga bisa terjadi saat berada di ruang ganti.



Simak Video "Eropa Diamuk Covid-19, WHO Perkirakan 2,2 Juta Nyawa Melayang"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)