Jumat, 29 Jan 2021 09:50 WIB

Jangan Dipakai! Masker Buff Tidak Bisa Cegah Paparan Virus Corona

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Masker scuba dan buff kini tak disarankan untuk digunakan para pengguna KRL. Apa sih alasan kedua masker ini tak lagi diperkenankan untuk dipakai di KRL? Masker buff tak bisa dipakai cegah Corona. (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Memakai masker jadi salah satu cara untuk mengendalikan penularan virus Corona. Namun tak semua jenis masker efektif menangkal penyakit mematikan tersebut, salah satunya masker buff.

Masker buff sendiri sudah tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan jika tujuannya untuk menangkal penularan COVID-19. Bahkan, sejak Agustus 2020, jenis masker ini juga tak boleh dipakai jika ingin mengendarai KRL.

"Masker scuba atau buff ini adalah masker satu lapis saja dan terlalu tipis sehingga kemungkinan untuk tembus dan tidak bisa menyaring lebih besar, maka dari itu disarankan menggunakan masker yang berkualitas," kata juru bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito beberapa waktu lalu.

Selain itu, University of Duke juga pernah membuat penelitian terkait jenis masker kain untuk menangkal COVID-19 yang sering dipakai masyarakat. Dalam studi tersebut, dari 14 jenis masker, jenis masker buff atau yang sering digunakan oleh pengendara motor, tidak bisa menahan laju droplet ketika berbicara.

"Mereka cenderung bertahan lama di udara, bisa terbawa lebih mudah di udara, jadi ini sebenarnya kontraproduktif untuk memakai masker semacam itu," kata Dr. Martin Fischer, ahli kimia, fisikawan dan penulis studi, dikutip dari CNBC International

Masker buff juga disebut menghasilkan lebih banyak droplet dibandingkan jika tidak memakai masker sama sekali karena bahan yang digunakan dapat memecah droplet menjadi partikel yang lebih kecil.

Selain masker buff, jenis lain yang tidak efektif adalah masker rajut dan bandana. Masker jenis N95 yang sering digunakan oleh petugas medis diyakini sebagai masker yang paling efektif untuk mencegah paparan COVID-19.



Simak Video "Peneliti Ungkap Virus Corona Bisa Picu Diabetes pada Pasien"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)