Jumat, 29 Jan 2021 20:50 WIB

Vaksin Dosis Tunggal Johnson & Johnson 66 Persen Efektif Lawan COVID-19!

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Female doctor holding a syringe Ilustrasi Vaksin COVID-19 (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Vaksin COVID-19 dosis tunggal buatan Johnson & Johnson menunjukkan efikasi 66 persen dalam mencegah penyakit sedang hingga parah. Sedangkan pada penyakit parah, efikasi teramati lebih tinggi yakni 85 persen.

Uji klinis vaksin ini melibatkan 44 ribu relawan, tersebar di Amerika Serikat, Amerika Selatan, dan Afrika Selatan. Di Amerika Serikat, efikasi tercatat 72 persen, di Afrika Selatan 57 persen, dan Amerika Selatan 66 persen.

Hasil uji di Afrika Selatan memiliki makna penting karena salah satu varian yang lebih menular berasal dari wilayah tersebut. Varian baru tersebut bahkan sudah menyebar hingga Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, Jumat (29/1/2021), Johnson & Johnson akan segera mengurus otorisasi penggunaan darurat vaksin tersebut ke Food and Drug Administration.

Perbedaan vaksin buatan Johnson & Johnson dibanding vaksin lain adalah diberikan dalam bentuk dosis tunggal. Artinya, tidak harus disuntikkan dua kali seperti halnya vaksin Sinovac, Pfizer, maupun Moderna.

Vaksin yang menggunakan platform viral vector ini juga memiliki kelebihan dalam hal penyimpanan. Jika beberapa vaksin membutuhkan penyimpanan pada suhu dingin yang ekstrem, vaksin Johnson & Johnson bisa bertahan berbulan-bulan pada penyimpanan di suhu 2-7 derajat celcius.



Simak Video "Komnas KIPI: Efek Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Dialami Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(up/kna)