Jumat, 29 Jan 2021 23:00 WIB

Menko PMK Tak Akan Wajibkan Penyintas COVID-19 Jadi Donor Plasma

Bayu Ardi Isnanto - detikHealth
Terapi plasma konvalesen menjadi salah satu metode penyembuhan pasien COVID-19. Seperti apa cara kerja terapi plasma konvalesen ini? Ilustrasi donor plasma konvalesen (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Solo -

Pemerintah mendorong gerakan nasional donor plasma konvalesen untuk menanggulangi wabah COVID-19. Meski demikian, pemerintah tidak akan mewajibkan para penyintas untuk mengikuti donor plasma tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy saat melakukan kunjungan di Solo, Jawa Tengah. Menurutnya, pemerintah tetap menganjurkan agar para penyintas menyukseskan gerakan itu.

"Beberapa waktu lalu bapak Wakil Presiden sudah mencanangkan gerakan nasional donor plasma konvalesen. Kita dorong agar masyarakat sukarela mendonorkan plasma," kata Muhadjir, Jumat (29/1/2021).

"Tidak ada kewajiban tapi diketuk kesadarannya, terutama yang nemenuhi syarat supaya berbondong-bondong. Karena waktunya terbatas, maksimum enam bulan, setelah itu antibodi menurun. Jadi kita anjurkan, bukan mewajibkan," imbuhnya.

Muhadjir menilai donor plasma terbukti cukup ampuh melawan COVID-19. Bagi penyintas, donor plasma dinilai sebagai bentuk syukur atas kesembuhannya.

"Sebagai bentuk rasa syukur diselamatkan Tuhan dari covid, kami harap penyintas menyumbang plasma konvalesen. Karena ini terbukti cukup ampuh," ujar dia.

Di Solo, kata Muhadjir, ada peningkatan jumlah donor hingga 40 persen setelah pencanangan gerakan nasional donor plasma konvalesen. Dia berharap angka terus bertambah, sebab stok plasma konvalesen kini masih jauh dibandingkan jumlah penderita COVID-19.

"Udah ada laporan setelah gerakan nasional, di Solo naik 40 persen, jadi luar biasa. Semoga Solo naik terus sehingga bisa mengirim ke daerah yang kekurangan," ujarnya.

Sementara itu, CEO Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, Sumartono Hadinoto, membenarkan adanya penambahan jumlah donor. Namun stok langsung habis karena banyaknya permintaan.

"Kami sudah mulai menerima donor sejak Mei 2020, tetapi baru November 2020 itu meningkat pesat. Sehari kita bisa menerima 10 pendonor. Total sampai sekarang ada 231 pendonor. Itu langsung kita distribusikan. Sekarang masih 30 yang antre," ujar Sumartono.



Simak Video "Permintaan Meningkat, Lihat Lagi Syarat Pendonor Plasma Konvalesen"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)