Sabtu, 30 Jan 2021 08:10 WIB

Terpopuler Sepekan: WHO Wajibkan Oximeter Bagi yang Isolasi Mandiri

Firdaus Anwar - detikHealth
Woman hand introduced in a oximeter to check oxygen levels and pulse because Covid-19 pandemic Foto: Getty Images/iStockphoto/Juanmonino
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui pedoman perawatan pasien COVID-19. Salah satu poinnya adalah rekomendasi pulse oximeter atau oximeter untuk yang isolasi mandiri.

Oximeter sendiri adalah alat yang biasa digunakan untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah. WHO menyebut oximeter diperlukan untuk berjaga-jaga, memastikan kondisi pasien yang isolasi mandiri aman karena COVID-19 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen yang tak terduga.

"Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien COVID-19 di rumah harus menggunakan oximeter nadi, yang mengukur kadar oksigen. Sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit," kata Juru bicara WHO Margaret Harris beberapa waktu lalu seperti dikutip dari Reuters.

Dikutip dari Mayo Clinic, normalnya kadar oksigen ada di antara 95 hingga 10 persen. Bila hasil oximeter di bawah 90 persen itu berarti sudah terlalu rendah.

Beberapa dokter melaporkan, pasien COVID-19 masuk ke RS dengan kadar oksigen di 50 persen atau lebih rendah.

Kadar oksigen yang rendah tanpa disadari ini disebut juga dengan happy hypoxia. Dampaknya bisa membuat pasien COVID-19 mengalami sesak napas tiba-tiba dan berakhir fatal.

Bagaimana cara menggunakan oximeter?

Usai oximeter dipasang di jari, jangan banyak bergerak karena bisa berpengaruh pada akurasi hasil. Perhatikan juga agar tak memakai pewarna kuku dan menggunakan cahaya yang berlebihan.



Simak Video "WHO Sarankan Pulse Oximeter untuk Pasien Covid-19 di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)