Kamis, 28 Jan 2021 10:51 WIB

Diwajibkan WHO untuk Isolasi Mandiri COVID-19, Berapa Harga Pulse Oximeter?

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Oxygen saturation and heart rate measurement monitor. Foto: Getty Images/iStockphoto/mkToy
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperbarui pedoman perawatan untuk pasien COVID-19, khususnya yang menjalani isolasi mandiri. Untuk memantau kondisi kesehatan mereka, pasien Corona yang isolasi mandiri wajib memiliki pulse oximeter atau oksimeter.

Menurut WHO, penggunaan alat ini bisa membuat pasien COVID-19 lebih waspada dan bisa mengurangi bahaya terlebih saat pasien mengalami happy hypoxia.

"Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien COVID-19 di rumah harus menggunakan oksimetri nadi, yang mengukur kadar oksigen, sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit," kata Juru bicara WHO Margaret Harris di Jenewa, dikutip dari Reuters.

Di Indonesia sendiri, pulse oximeter sempat ramai 'diborong' setelah kasus happy hypoxia banyak terjadi pada pasien COVID-19 di awal September 2020 silam. Kala itu, harga oximeter meroket hingga nyaris sejuta.

Saat itu, harga oximeter di beberapa toko alat kesehatan di Pasar Pramuka Jakarta Timur terpantau naik. Menurut salah seorang petugas di toko alat kesehatan Pasar Pramuka, mereka yang biasanya dihargai Rp 200 ribu kala itu dijual Rp 400-500 ribu.

Menurut para penjual, yang membeli oximeter umumnya para dokter dan perawat. Ada juga yang membeli untuk dijual lagi maupun dipakai sendiri

Pantauan detikcom di beberapa marketplace e-commerce per Kamis (28/1/2021), harga oximeter beragam. Rentang harganya di kisaran Rp 60 ribu-800 ribu, tergantung pada merek dan jenis oximeter. Untuk harga yang lebih mahal, oximeter terhubung dengan aplikasi di smartphone via bluetooth sehingga mempermudah pengguna membaca hasil.



Simak Video "WHO Sarankan Pulse Oximeter untuk Pasien Covid-19 di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)