Sabtu, 30 Jan 2021 16:13 WIB

Peneliti Brasil Temukan Pasien yang Terinfeksi 2 Jenis COVID-19 Bersamaan

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Foto ilustrasi: BBC World
Jakarta -

Peneliti di Brasil melaporkan adanya dua pasien yang terinfeksi dua jenis varian baru virus Corona COVID-19 secara bersamaan. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran mengenai peningkatan jumlah varian baru Corona di Brasil.

Dalam studi yang dipublikasi di medRxiv pada Rabu (27/1/2021), para peneliti mengatakan ini jadi kasus pertama di dunia yang mengonfirmasi koinfeksi dua jenis virus Corona. Tetapi, studi ini belum dipublikasi dalam jurnal ilmiah dan belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Kedua pasien di Brasil yang berusia sekitar 30 tahun tersebut terinfeksi sejak akhir November 2020 lalu. Peneliti mengatakan dua varian baru Corona itu adalah varian B1128 dan B11248 atau B19.

Gejala yang dialami kedua pasien tersebut termasuk gejala ringan sehingga tidak menjalani rawat inap. Pada pasien pertama mengalami batuk kering, sementara pasien kedua melaporkan sakit tenggorokan dan sakit kepala.

Ahli virus di Universitas Feevale Fernando Spilki mengatakan varian baru Corona bisa membawa risiko penularan yang lebih besar dan kemungkinan resistensi terhadap vaksin yang ada saat ini.

"Koinfeksi ini bisa menghasilkan kombinasi dan menghasilkan varian baru, bahkan lebih cepat daripada yang telah terjadi. Ini akan menjadi jalur evolusi lain untuk virus," kata Spilki yang dikutip dari Straits Times, Sabtu (30/1/2021).

"Ini akan menjadi jalur evolusi lain untuk virus," lanjutnya.

Varian baru Corona kini ditemukan di beberapa wilayah, seperti Inggris, Afrika Selatan, dan yang terbaru di Amazon, Brasil yang tampaknya membuat virus lebih mudah menular.

"Kasus-kasus tersebut menunjukkan pada viral load yang beredar di Brasil, karena koinfeksi hanya bisa terjadi saat virus yang berbeda ditularkan dalam jumlah yang besar," ujar Spilki.



Simak Video "Ilmuwan Ungkap Varian Virus Corona yang Berbeda di Nigeria"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)