Minggu, 31 Jan 2021 18:01 WIB

ROUND UP

WHO Wajibkan Pasien Corona Isolasi Mandiri Punya Oximeter, Ini Kegunaannya

Kanya Anindita - detikHealth
Woman hand introduced in a oximeter to check oxygen levels and pulse because Covid-19 pandemic Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Juanmonino)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mewajibkan pasien COVID-19 untuk mempunyai oximeter saat isolasi mandiri di rumah. Oximeter adalah alat yang biasa digunakan untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah.

Alat ini untuk memastikan kondisi pasien tetap aman karena COVID-19 dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen yang tak terduga.

"Hal lain dalam pedoman yang baru adalah bahwa pasien COVID-19 di rumah harus menggunakan oksimetri nadi, yang mengukur kadar oksigen, sehingga Anda dapat mengidentifikasi apakah di rumah kondisinya memburuk, atau akan lebih baik dirawat di rumah sakit," kata Juru bicara WHO Margaret Harris di Jenewa, dikutip dari Reuters.

Berikut sederet fakta tentang oximeter:

1. Bagaimana cara kerjanya?

Dikutip dari Mayo Clinic, tingkat saturasi oksigen atau SpO2 normal berada pada angka 95 hingga 100 persen. Tetapi, jika saturasi oksigen atau SpO2 berada di bawah 95, seperti 92 dan seterusnya bisa menunjukkan adanya potensi hipoksemia atau kekurangan oksigen.

Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), menyebut cara menggunakan pulse oximeter atau oksimeter cukup sederhana.

"Itu ya bisa mengukur kadar oksigen di jaringan, dia sangat sederhana, kita taruh di ujung telunjuk jari kita. Dia mensensor kadar oksigen di dalam jaringan kita, di jari itu, nah itu memang bisa sebagai alat pendeteksi dini lah (happy hypoxia)," kata dr Adria Rusli saat dihubungi detikcom.

2. Berapa harganya?

Harga oximeter di beberapa toko alat kesehatan, salah satunya Pasar Pramuka Jakarta Timur terpantau naik. Menurut salah seorang petugas di toko alat kesehatan Pasar Pramuka, oximeter yang biasanya dihargai Rp 200 ribu berubah menjadi Rp 400-500 ribu.

Beberapa marketplace e-commerce menjual oximeter dengan harga yang beragam. Rentang harganya di kisaran Rp 60 ribu-800 ribu, tergantung pada merek dan jenis oximeter. Untuk harga yang lebih mahal, oximeter terhubung dengan aplikasi di smartphone via bluetooth sehingga mempermudah pengguna membaca hasil.



Simak Video "WHO Sarankan Pulse Oximeter untuk Pasien Covid-19 di Rumah"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)