Senin, 01 Feb 2021 11:31 WIB

Simak, Ini Cara Mengetahui Hasil CT COVID yang Berbahaya dan Tidak

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Polres Boyolali gelar tes swab antigen bagi para pengendara di rest area 287 A, Boyolali. Tes antigen dilakukan guna cegah virus Corona saat libur tahun baru. Cara membaca hasil CT Value dari tes swab PCR. (Foto ilustrasi: Ragil Ajiyanto/Detikcom)
Jakarta -

Belakangan, istilah CT Value kerap disebut-sebut saat seseorang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona. Lantas bagaimana cara mengetahui hasil CT COVID yang berbahaya dan tidak?

Menurut pakar biologi molekuler, Ahmad Rusdan Utomo, CT Value merupakan jumlah siklus yang dilakukan dalam mencari materi genetik virus dari sampel lendir atau hasil swab pasien.

Dalam tes swab PCR (polymerase chain reaction), kandungan virus dalam sampel lendir pasien akan dicari dengan cara menggandakan materi genetik virus tersebut.

Ahmad pun memberikan contoh, misalnya, dalam pencarian siklus pertama kandungan virus dari sampel lendir tersebut belum terlihat. Kemudian materi genetiknya akan diperbanyak sampai bisa ketemu atau terlihat.

"Bagaimana kita bisa menganalisanya? Berarti kita harus punya materi genetik yang banyak, karena kalau materi genetiknya cuma sedikit, kita nggak bisa membedakan juga karena jumlahnya kurang untuk dianalisa," kata Ahmad saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/1/2021).

"Supaya jadi banyak harus kita gandakan dulu. Dalam penggandaan itu kan ada pengulangan-pengulangan, misalnya, penggandaan dari 1 menjadi 2, 2 menjadi 4, 4 menjadi 8, dan seterusnya. Jumlah pengulangan itu namanya siklus," tambahnya.

Jadi hasil CT COVID yang berbahaya itu bagaimana?

Menurut Ahmad, nilai CT Value itu berbanding terbalik dengan jumlah materi genetik virus. Artinya, semakin besar nilai hasil CT Value, maka semakin sedikit jumlah materi genetik virus pada pasien tersebut.

Apabila hasil CT Value menunjukkan angka 25 ke bawah, kata Ahmad, kemungkinan pasien memiliki viral load atau jumlah virus yang banyak pada tubuhnya.

"Jadi kalau pasien itu punya CT Value di bawah 25, katakan 11 atau 20, 17, 22, itu kita bisa estimasi kayaknya kamu punya banyak virus di tubuh kamu," jelas Ahmad.

"Tapi kalau CT Value sudah di atas 35, oh berarti itu sudah dikit banget atau jangan-jangan virusnya sudah mati nih tinggal bangkainya saja. Bagaimana dengan 27? Iya 27 itu borderline lah," lanjutnya.

Ahmad pun menjelaskan, rata-rata maksimal siklus yang digunakan tes PCR dalam mencari materi genetik virus adalah 40 kali. Maka dari itu, apabila hasil CT Value berada di bawah 25, maka risiko mengalami tingkat keparahan sakit akan menjadi besar, terlebih jika pasien memiliki komorbid atau penyakit penyerta.

Jadi, untuk mengetahui CT COVID yang berbahaya atau tidak, cara yang paling baik adalah dengan konsultasi ke dokter agar tidak salah dalam mendiagnosis.



Simak Video "Sukarelawan Terjun Langsung Jemput Jenazah COVID-19 di India"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)