Senin, 01 Feb 2021 13:00 WIB

Prediksi Baru Para Pakar soal Kapan Corona Berakhir dan Bisa Hidup 'True Normal'

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Negara China, Singapura, dan Jepang adalah negara yang berhasil menghadapi wabah COVID-19 dengan baik. Namun mereka harus mengantisipasi adanya gelombang kedua. Kapan pandemi Corona berakhir dan hidup kembali normal? (Foto ilustrasi: Getty Images)
Jakarta -

Meski vaksinasi COVID-19 sudah berjalan, protokol kesehatan masih perlu diperketat. Hal ini dikarenakan suntikan vaksin tak menjadikan seseorang benar-benar 'kebal' dari COVID-19.

Umumnya vaksin Corona yang dikembangkan menjamin seseorang terhindar dari kondisi kritis akibat COVID-19. Lantas kapan hidup bisa kembali normal?

Sejumlah prediksi para ilmuwan pernah mencuat tahun lalu, disebutkan pandemi COVID-19 berakhir di rentang 2020-2021. Namun, kini ilmuwan ternama menyebut butuh waktu hingga bertahun-tahun agar hidup bisa kembali normal.

Pakar kesehatan dari London School of Economics Dr Clare Wenham menyebut pandemi COVID-19 selesai di tiga hingga empat tahun ke depan. Mengapa begitu?

"Kehidupan normal tidak akan kembali hingga 2024. Diperlukan tiga hingga empat tahun lagi bagi dunia untuk kembali normal," tegasnya, dikutip dari Daily Star.

Menurutnya, hingga saat ini pandemi Corona akan terus membuat banyak negara mencatat lonjakan kasus, seiring dengan vaksinasi yang sudah dimulai. Disebutkan, kondisi bebas virus Corona terjadi ketika vaksin COVID-19 sudah diterima seluruh dunia termasuk negara berkembang.

"Meskipun negara-negara seperti Inggris dan Israel telah membuat kemajuan dengan peluncuran vaksin, tidak semua negara berada pada posisi yang sama," jelasnya.

"Saat ini, data menunjukkan bahwa vaksin Corona setidaknya baru akan terdistribusi dengan baik tahun 2023/2024 pada semua orang di dunia," kata Dr Wenham kepada Sky News.

"Itu waktu yang lama. Dan membagikan beberapa sekarang mungkin bisa membawa kita kembali ke kehidupan normal lebih cepat," yakinnya.

Meski vaksinasi COVID-19 berjalan sukses, Dr Wenham mengingatkan protokol kesehatan harus tetap diperketat. Terlebih varian baru Corona sudah menyebar ke banyak negara, beberapa negara juga mulai mencatat klaster varian baru Corona.

"Pandemi ini tidak akan berakhir sampai kasus Corona di dunia benar-benar berakhir," tambah Dr Wenham.

Ia menekankan, vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu cara mengakhiri pandemi jika masing-masing negara sudah menerima vaksin tersebut. Maka dari itu, ia mendesak pendistribusian vaksin Corona merata bagi setiap negara.



Simak Video "Kemenkes Tepis Istilah 'Indonesia Episentrum COVID-19'"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)