Senin, 01 Feb 2021 18:01 WIB

Fakta-fakta Metadon, Penangkal Sakaw Saat Berhenti Pakai Narkoba

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi narkoba, sabu putau ganja Foto: Ilustrasi: Mindra Purnomo/detikcom
Jakarta -

Metadon adalah bagian dari kategori obat yang disebut opioid. Dikutip dari Healthline, sediaan tablet metadon juga digunakan untuk mengatasi nyeri sedang sampai berat. Obat ini hanya diberikan jika obat nyeri jangka pendek atau non-opioid lainnya tidak berefek.

Metadon juga digunakan untuk mengatasi kecanduan narkoba. Jika Anda memiliki kecanduan NAPZA, dokter mungkin memberi Anda metadon untuk mencegah Anda mengalami gejala putus obat atau sakaw yang parah.

Cara kerja metadon

Metadon mengubah cara otak dan sistem saraf dalam merespons rasa sakit sehingga tubuh terasa lega. Efeknya lebih lambat dibandingkan dengan obat penghilang rasa sakit kuat lainnya seperti morfin. Dokter Anda mungkin meresepkan metadon jika Anda sangat kesakitan karena cedera, operasi, atau penyakit jangka panjang.

Obat ini juga menghalangi rasa teler dari konsumsi heroin, hidrokodon, morfin, dan oksikodon. Sifatnya yang hampir serupa dengan narkotika, karenanya terapi putus obat dengan metadon akan mencegah pengguna mengalami sakaw.

Efek samping metadon

Dengan penggunaan jangka pendek, efek sampingnya meliputi:

  • Kegelisahan
  • Sakit perut atau muntah
  • Napas lambat
  • Kulit yang gatal
  • Berkeringat deras
  • Sembelit
  • Masalah seksual
  • Penambahan berat badan
  • Perubahan tidur
  • Perubahan nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Sakit perut
  • Mulut kering
  • Perubahan mood
  • Masalah penglihatan

Beberapa efek samping lebih serius. Hubungi dokter jika penggunaan metadon menimbulkan efek samping seperti kesulitan bernapas, pingsan, bibir atau wajah bengkak, nyeri dada, halusinasi, kejang, kesulitan menelan, atau rasa kantuk yang parah.

Metadon masuk dalam Narkotika Golongan II

Menurut Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, metadon masuk dalam Narkotika Golongan II. Golongan ini adalah narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan namun mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Metadon dapat diberikan untuk kepentingan pengobatan dan berdasarkan indikasi medis dalam jumlah terbatas dan sediaan tertentu kepada pasien sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.



Simak Video "Peneliti Ragukan Kedewasaan Masyarakat Terkait Penggunaan Ganja"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)