Selasa, 02 Feb 2021 07:42 WIB

4 Orang Penerima Vaksin Corona Pfizer di Singapura Alami Reaksi Alergi Parah

Ayunda Septiani - detikHealth
In this photo released by Saudi Press Agency, SPA, Saudi Arabias King Salman receives the first dose of the Pfizer COVID-19 vaccine in Neom, Saudi Arabia, Friday, Jan. 8, 2021. (Saudi Press Agency via AP) Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Saudi Press Agency via AP)
Jakarta -

Singapura menemukan empat kasus anafilaksis atau respon alergi parah dengan cepat. Kasus ini setelah orang-orang menerima suntikan dosis pertama dari Pfizer-BioNTech.

Hal tersebut disampaikan Menteri Senior Negara untuk Kesehatan Singapura, Janil Puthucheary pada Senin (1/2/2021). Dia hadir di parlemen untuk menghadap pada 12 anggota parlemen yang meminta informasi terbaru soal vaksinasi termasuk orang yang memiliki efek setelah disuntik.

Janil menjelaskan jika empat orang tersebut berusia antara 20 hingga 30 tahun. Seluruhnya mengalami sesak napas, ruam, bibir bengkak, sakit tenggorokan dan pusing.

Namun, Janil mengatakan jika seluruh kasus dapat terdeteksi dan segera diobati.

"Satu orang dalam observasi selama beberapa jam sementara beberapa lainnya keluar dari rumah sakit setelah observasi satu hari di rumah sakit atau dirawat. Tidak ada yang memerlukan ICU," kata dia, dikutip dari laman Channel News Asia.

Seluruh pasien tidak ada yang memiliki riwayat alergi parah yang dapat menghambat menerima vaksin. Sementara diketahui tiga orang di antaranya memiliki alergi rinitis dan makanan seperti kerang.

Kasus ini memang tidak sebanyak dengan jumlah warga Singapura yang mendapatkan suntikan dosis pertama yakni lebih dari 155 ribu orang. Hal tersebut juga diutarakan oleh Janil.

Menurutnya, kasus yang ditemukan tersebut masih lebih kecil dibandingkan kejadian serupa di negara lainnya. Janil mengatakan jika manfaat vaksin lebih besar dari potensi buruk yang terjadi.

"Saat ini manfaat untuk mendapatkan vaksin sebagai pelindung diri dari COVID-19 yang parah dan komplikasinya jauh lebih tinggi dibandingkan potensi buruk yang muncul karena vaksin," ungkapnya.

Janil menjanjikan akan terus memantau keamanan dari vaksin. Dia juga mengatakan siap memastikan vaksin yang digunakan aman untuk warga Singapura.

"Kami akan terus memonitor keamanan vaksin dan memastikan vaksin yang digunakan di Singapura aman untuk populasi grup kami," ujar Janil.

Simak juga video 'Lansia Meninggal Usai Disuntik Vaksin Pfizer, Ini Kata Norwegia':

[Gambas:Video 20detik]



(ayd/kna)