Kamis, 04 Feb 2021 12:33 WIB

Komnas KIPI Laporkan 146 Efek Samping Vaksin Corona, Ada Reaksi Serius

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Ribuan tenaga kesehatan (nakes) menjalani vaksinasi COVID-19 di Surabaya. Ada 4 ribu lebih nakes yang disuntik vaksin COVID-19. Laporan efek samping vaksin Corona. (Foto: ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta -

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), MTropPaed, menyebut sudah ada 146 laporan efek samping vaksin Corona Sinovac di Indonesia. Ada sedikit kasus yang dicatat mengalami reaksi serius namun sudah bisa teratasi.

"Ada 146 per kemarin. Ada (reaksi serius) tapi berhasil diobati dan dirawat dan pulang," katanya saat dihubungi detikcom Kamis (4/2/2021).

Sementara dari sejumlah laporan yang diterima, Prof Hindra menyebut paling banyak hanya mengeluhkan efek samping mengantuk dan nyeri di bagian tangan. Prof Hindra kembali menjelaskan efek samping pasca disuntik vaksin Corona bisa mulai dari reaksi lokal, umum, hingga serius.

"Reaksi lokal tuh kan pada tempat suntikan bisa terjadi nyeri, merah, bengkak, pengerasan, gatal, iya kan pegal," katanya.

"Reaksi menyeluruh demam, pusing, sakit kepala, mual, muntah, diare, perubahan nafsu makan, lemas, mengantuk," sebutnya.

Adapun reaksi serius menurutnya seperti pasca disuntik penisilin kemudian tiba-tiba mengalami kolaps. Meski begitu, semua efek samping yang dicatat sejauh ini berhasil ditangani.

"Jadi semuanya alhamdulillah dikasih obat ada yang nggak dikasih obat diobservasi, sampai saat ini aman," bebernya.

Lagi-lagi Prof Hindra mengingatkan, bahwa efek samping yang muncul pasca disuntik vaksin Corona tak bisa selalu dikaitkan dengan vaksin. Banyak pertimbangan dan observasi yang perlu dilakukan salah satunya terkait lama kejadian hingga penyakit yang diidap orang tersebut.

Prof Hindra juga sempat menghimbau agar warga sebaiknya tak khawatir berlebihan terkait vaksinasi COVID-19.

"Jadi, upaya vaksinasi itu merupakan salah satu upaya tambahan. Kalau menerima berita yang tidak pasti sumbernya dari mana, tidak usah diteruskan. Cukup di kita saja, dan pastikan bahwa semua keluarga divaksinasi, karena apabila keluarga kita aman, InsyaAllah, bangsa dan negara ini aman. Mari kita lanjutkan vaksinasi," jelas Prof Hindra.



Simak Video "Sinovac: Risiko Lumpuh Wajah Setelah Vaksinasi Covid-19 Jarang Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)