Jumat, 05 Feb 2021 17:51 WIB

Mirip GeNose, Belanda Punya SpiroNose Pendeteksi COVID-19 Lewat Napas

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Woman doing a hand breath test. Belanda punya SpiroNose yang cara kerjanya mirip GeNose (Foto: iStock)
Jakarta -

Pemerintah Belanda memperkenalkan alat deteksi COVID-19 lewat embusan napas, SpiroNose. Cara kerjanya mirip dengan alat deteksi COVID-19 buatan Universitas Gadjah Mada (UGM), GeNose.

Fasilitas pengujian di Amsterdam telah mulai menggunakan SpiroNose pekan ini. Alat ini mengharuskan seseorang menghirupnya untuk mendeteksi keberadaaan Corona yang bisa dilihat dalam semenit.

Setelah berbulan-bulan uji coba, otoritas kesehatan Belanda menyebut SpiroNose dapat diandalkan untuk mendeteksi kasus negatif, kata pakar penyakit menular Mariken van der Lubben dari layanan kesehatan kota Amsterdam.

"Kalau hasilnya negatif, maka itu adalah hasil yang sangat andal dan Anda bisa pergi," katanya kepada Reuters.

Layanan kesehatan Belanda telah memesan sekitar 1.800 unit SpiroNose untuk digunakan di beberapa fasilitas pengujian di seluruh negeri. Ahli virologi Belgia Marc Van Ranst menyebut alat ini memiliki teknologi yang menjanjikan, terutama dalam kecepatannya mendeteksi virus.

"SpiroNose merupakan game changer, jika Anda dapat membuat diagnosis cepat atau menyingkirkan infeksi dalam satu menit," kata Ranst.

Hanya saja dia menambahkan belum memiliki hasil yang cukup untuk dengan tegas mengatakan pemeriksaan dengan SpiroNose bisa digunakan sebagai alat diagnosa COVID-19.

Jika yang dinyatakan positif oleh SpiroNose, seseorang tetap harus melakukan test polymerase chain reaction (PCR) reguler untuk memastikan apakah infeksi yang terdeteksi disebabkan oleh COVID-19.

Perbandingan dengan GeNose

Indonesia juga mengembangkan alat deteksi COVID-19 dengan embusan napas, GeNose, yang saat ini sudah dipakai di stasiun kereta api Pasar Senen dan Stasiun Tugu Yogyakarta .

Cara penggunaannya adalah dengan mengembuskan napas ke kantung sekali pakai untuk kemudian dianalisis oleh alat. Tapi yang menjadi imbauan penumpang harus puasa atau tidak merokok, makan dan minum setengah - satu jam sebelum keberangkatan.

"Rata-rata prosesnya hanya 3 menit, kita juga sterilisasinya seperti mouth piece, kita masukan ke HEPA filter untuk menyaring agar bisa tersaring bakteri dan dan tidak saling mengkontaminasi," kata peneliti GeNose Dian K. Nurputra.



Simak Video "GeNose Jadi Pilihan Syarat Perjalanan KAI, Ini Kata Epidemiolog"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)