Senin, 08 Feb 2021 08:00 WIB

WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul

Firdaus Anwar - detikHealth
Virus corona: Para pemimpin dunia sepakat galang Rp120 triliun demi ciptakan vaksin virus corona WHO membantah vaksin COVID-19 bisa memicu kemandulan. (Foto ilustrasi: BBC World)
Jakarta -

Beragam informasi keliru terkait vaksin COVID-19 dapat menghambat kelancaran program vaksinasi. Masyarakat yang kebingungan bisa jadi enggan disuntik vaksin sehingga jadi lebih sulit untuk menimbulkan kekebalan kelompok atau herd immunity.

Satu contoh rumor yang populer adalah tuduhan vaksin COVID-19 dapat menyebabkan kemandulan. Disebutkan bahwa kandungan yang ada pada vaksin dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan dalam perkembangan plasenta.

Direktur program imunisasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Kate O'Brien, kembali menegaskan bahwa rumor itu keliru.

"Vaksin yang diberikan ke orang-orang tidak bisa menyebabkan kemandulan. Ini adalah rumor lama yang sering muncul juga pada banyak vaksin lain dan selama ini tidak pernah terbukti kebenarannya," kata Kate seperti dikutip dari halaman resmi Twitter WHO, Senin (8/2/2021).

"Tidak ada vaksin yang bisa menyebabkan kemandulan," lanjutnya.

Sejauh ini beragam studi telah menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan. Orang yang divaksinasi dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

Sementara untuk efek samping vaksin, Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) melaporkan hanya ada efek samping yang ringan dan tidak berbahaya.

"Laporan yang masuknya pegal, nyeri di tempat suntikan, kemerahan, lemas, demam, mual, perubahan nafsu makan," kata Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), beberapa waktu lalu.



Simak Video "Penegasan WHO soal Vaksin Covid-19 Bisa Kurangi Keparahan Omicron"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)